Salah satu festival rakyat Thailand yang populer adalah Loy Krathong. Festival ini biasanya diadakan saat bulan purnama pada bulan ke 12 menurut kalender Budhist. Secara harfiah, loy itu berarti mengapung/melarung, sedangkan krathong berarti rakit/wadah kecil yang biasanya terbuat dari batang pisang dengan diisi bunga-bunga dan dihiasi daun pisang kemudian di bagian atasnya diberi lilin yang nantinya dinyalakan ketika krathong itu akan di larung . Karena itu, festival ini diselenggarakan di danau/kolam ataupun sungai. Air bagi orang Thailand merupakan sebuah lambang kedamaian hidup, oleh karenanya sebagian besar institusi di sini memiliki kolam atau sungai buatan, semisal di kampus KMUTT memiliki sebuah kolam di depan President Office, juga di AIT yang memiliki kolam di depan AIT CC dan sungai buatan yg mengelilingi area kampus, begitu pula di Thammasat University, Rangsit memiliki sebuah kolam/danau buatan besar di dekat RS pendidikan Thammasat dan di depan kantor Rektor, selain itu juga tentu sungai yang mengelilingi area kampus.
Sejatinya perayaan Loy Krathong adalah sebuah persembahan atau semacam thanksgiving bagi dewa penguasa air yang disebut Phra Mae Khongkha. Bagi orang Thailand, pelarungan kratong ke air akan memberikan semacam peruntungan selain sebagai perwujudan rasa terima kasih. Kalau kita runtut berdasarkan sejarah antara agama Budha dan Hindu, perayaan Loy Krathong ini berasal dari tradisi kuno agama Hindu di India yang kemudian diperbarui oleh ajaran agama Budha.
Krathong dalam berbagai hiasan yang di jajakan oleh pedagang
Membeli krathong yang siap dilarung
Krathong-krathong yang telah dilarung
Di Thammasat University, Loy Krathong menjadi semacam festival tahunan yang wajib diselenggarakan di kampus. Namun, tahun ini sangat berbeda dengan tahun lalu. Pada tahun lalu festival ini diselenggarakan di depan danau kantor rektorat, sedangkan tahun ini di selenggarakan di depan pintu gerbang utama kampus (1-2 November 2009), kebetulan di sana ada danau besar. Dari skala penyelenggaraannya tahun ini juga jauh lebih besar dan meriah di banding tahun-tahun sebelumnya, selain ada kegiatan-kegiatan yang sama seperti tahun lalu, misalnya: pemilihan ambassador of Thammasat University (semacam putri kecantikan kampus),dan ada games kecil-kecil dari tiap UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang membuka stand. Nah, tahun ini ada tambahan panggung musik yang gede banget, diisi oleh konser musik selama dua hari berturut-turut, kemudian ada juga pameran produk-produk dari pengusaha kecil menengah dibawah bimbingan Thammasat University. Stand-stand yang didirikan juga lebih tertata dan terkonsep dibanding dengan tahun sebelumnya yang terkesan apa adanya.
Keramaian Loy Krathong festival di danau Thammasat University
Pemilihan Ambassador of Thammasat University 2009
Kembali ke perayaan Loy Krathong, di area sekitar danau kampus banyak orang yang menjajakan krathong beserta lilinnya. Hal ini mempermudah orang-orang yang ingin melarung krathong tanpa bersusah payah membuat dan merangkainya sedemikian rupa. Alhasil, dari sekian ribu orang yang datang ke kampus dan ikut melarung krathong, maka danau kampus seperti banjir krathong. Selain pelarungan krathong, festival ini juga identik dengan penerbangan lentera. Seperti halnya tradisi orang China, orang Thai dalam festival ini juga melakukan hal yang sama, mereka beramai-ramai menerbangkan lentera ke udara. Tidak hanya di air yang gemerlap cahaya, di udara pun demikian.
Para mahasiswa asyik menyalakan lentera yang akan di terbangkan

















November 4, 2009 at 9:23 am
i do love festival..