Kepercayaan; Simbol Sebuah Kemajuan

Banyak dari kita berpikiran bahwa simbol sebuah kemajuan suatu masyarakat adalah perekonomian yang kuat dan digunakannya teknologi yang canggih dalam kehidupan sehari-hari. Namun saya menemukan satu lagi simbol kemajuan dari sebuah masyarakat, yakni pribadi-pribadi dari anggota masyarakat yang jujur dan dapat dipercaya. Masyarakat di negara maju hidup dalam rasa saling percaya satu sama lain yang tinggi, karena memang masing-masing pribadi memiliki kepercayaannya yang terjamin.

Trust di Jepang

Di Jepang, masyarakat hidup dalam suasana yang berbasis pada rasa kepercayaan atau  shinrai/shinyou yang tinggi. Meski di sini hampir dalam semua sektor telah tersentuh oleh teknologi canggih, namun shinrai/shinyou masihlah salah satu identitas utama di Jepang. Beberapa contoh pelaksanaan shinrai/shinyou dalam kehidupan sehari-hari seperti di sektor bisnis, transportasi dan maupun hubungan personal. Dengan adanya rasa saling percaya dan adanya jaminan atas kepercayaan yang diberikan, maka orang Jepang hidup dalam suasana yang harmonis, aman, dan nyaman.

Orang Jepang yang berbisnis dengan basis shinrai/shinyou, akan sulit menjalin hubungan bisnis dengan orang yang tidak menganggap penting aspek itu. Untuk menjembatani hal itu perusahaan non-Jepang tak jarang mempekerjakan orang Jepang untuk melayani pelanggan mereka dari perusahaan Jepang. Begitu juga saat kita ingin mencari sekolah/Professor di Jepang untuk studi lanjut. Kita akan punya keuntungan jika orang yang merekomendasikan kita mempunyai hubungan yang baik dengan Professor tersebut, karena sang Professor pasti akan lebih percaya menjadikan kita mahasiswanya berdasarkan rasa percayanya atas rekomendasi yang kita peroleh.

Tiket sehari jalan, ichinichi kippu

Di sektor transportasi, banyak bis kota yang menerapkan sistem tiket satu hari jalan atau yang dikenal dengan ichinichi kippu. Tiket ini bisa dibeli pada sopir bis maupun di loket-loket tertentu. Dengan menggunakan tiket ini, kita bisa mengelilingi kota dengan bis kota sepuasanya dengan cukup sekali jalan. Sebenarnya di tiket ini tertera tanggal pembelian yang sekaligus merupakan tanggal pemakaian tiket, namun anehnya hanya ditulis dengan angka yang kecil. Penumpang ketika akan turun cukup menunjukkan tiket ichinichi kippu pada sopir dalam hitungan detik lalu sopir akan mengangguk sambil mengucapkan “arigatou gozaimasu” tanpa mengecek tanggal yang tertera di tiket. Tak ada teknologi khusus yang dipakai untuk mengecek keabsahan tiket itu, cukup rasa shinrai/shinyou sopir kepada penumpang.

Belajar dari Jepang

Sebagaimana kita sadari, rasa saling percaya di antara orang Indonesia sudah semakin luntur satu sama lain.  Penyebabnya tentu bukan lain karena sikap kita sendiri yang cenderung semakin arogan, opportunis, licik dan semakin rakus. Keteladanan tokoh masyarakat kita  yang bisa dipegang kepercayaan sudah agak susah kita temukan.

Memang tidak mudah untuk mewujudkan kembali tertanamnya rasa saling percaya, namun saya yakin berbekal dengan semangat tradisi  kultur orang Indonesia dan spririt keagamaan yang kita anut seharusnya orang Indonesia bisa menumbuhkan sikap ini kembali suatu saat kelak. Memang tidak bisa dalam waktu cepat, tapi membutuhkan waktu, usaha dan kesadaran dari masing-masing individu.

Trust Di mata Saya

Bagi saya, kepercayaan adalah bekal yang paling penting dalam berkomunikasi dengan orang lain. Saya menghargai orang yang berani memberikan kepercayaan kepada saya, dan tentu saja saya akan berusaha mengemban kepercayaan itu sepenuh hati. Tapi ketika seseorang ingin berdialog secara intensif dengan saya tanpa mempunyai rasa trust dengan diri saya, atau bahkan sudah mempunyai image yang menjudge saya, ya saya pikir akan lebih baik untuk menundanya. Dengan adanya rasa saling percaya maka akan ada komunikasi positif yang bisa dibangun. Jika hanya berbekal dengan image yang sudah dijudge sebelumnya, maka bagi saya itu useless dan akan hanya menghabiskan energi sia-sia saja.

He/She who does not trust enough, Will not be trusted

(Lao Tzu, Father of Taoism)


About these ads

30 Balasan ke Kepercayaan; Simbol Sebuah Kemajuan

  1. serlion mengatakan:

    mungkin memang tidak mudah utk menumbuhkan kembali rasa saling percaya di masyarakat kita ya…

  2. ardiawati170483 mengatakan:

    Kepercayaan memang sulit dibangun kembali bila kedua belah pihak tidak saling menyadari dan memaafkan satu sama lain… Semoga bisa diperbaiki kembali…

  3. koeshariatmo mengatakan:

    nanti kalo mudik ke indonesia.. mohon di sebarkan pengalaman dan budaya yang membangun dari jepang ya mas setidaknya pada lingkungan terdekat.

    saya sedih kadang melihat negara ini.. usaha membangun sih terus dilakukan dan sering terbentur masalah kepercayaan itu lah!

  4. ranisasmita mengatakan:

    Semakin mantab tulisannya…thanks for share
    Sukses buat studinya…semangat

  5. tulisan yg bermanfaat… :)

  6. Ica mengatakan:

    makasih bwt tulisannya :)

  7. devitrie mengatakan:

    “Tapi ketika seseorang ingin berdialog secara intensif dengan saya tanpa mempunyai rasa trust dengan diri saya, atau bahkan sudah mempunyai image yang menjudge saya, ya saya pikir akan lebih baik untuk menundanya.”

    Menunda-nunda itu tidak baik loh pak..

  8. marsudiyanto mengatakan:

    Kapan yo, aku bisa gawe postingan sing apike koyo iki…

  9. jumialely mengatakan:

    menghargai dan mengemban kepercayaan, I like it

    salam kenal, menguntut dari rumah bapak Guru Mars

  10. jumialely mengatakan:

    ops *menguntit

  11. marsudiyanto mengatakan:

    Biar dapat trust juga, komentar yang masuk itu direspon Er… :D

  12. erywijaya mengatakan:

    Memang butuh proses mas :)

  13. erywijaya mengatakan:

    Dari pada gak nyambung hehehe lbh baik ditunda

  14. erywijaya mengatakan:

    Hehe saya blsnya komentar yg berupa pertanyaan aja Pak biasanya :D

  15. devitrie mengatakan:

    @pak marsudiyanto: setuju sekali pak, merespon komentar pembaca adalah salah satu bentuk respect qt trhdap org lain :)

  16. Wandi Sukoharjo mengatakan:

    Dan simbol inilah yang mengantarkan nabi Muhammad disegani dan diikuti oleh banyak orang ya mas, demikiman juga orang China dalam bisnis pun juga bejitu, testing pertamaxnya adalah kejujuran.

  17. Ery Wijaya mengatakan:

    @Pak Wandi: Benar Pak, jadi mari kita saling menjaga dan memberi rasa percaya

  18. Mbah Gugel mengatakan:

    Simbah juga sering menemukan anak-anak muda sekarang di Indonesia kok jarang yang jujur ya nak Ery. Apa ini termasuk kemajuan?

  19. Gadis Jomblo mengatakan:

    Untuk bisa jujur, perlu pembiasaan ya? Salam kenal dan sayang dari Dina – Semarang.

  20. erywijaya mengatakan:

    @Mbak Gugel: itu kemunduran mbah
    @Jomblo: Salam kenal juga, tapi gak pake sayang :D

  21. joko santoso mengatakan:

    dalam bisnis, kepercayaan merupakan modal yang paling utama

  22. rizal mengatakan:

    kepercayaan adalah modal yang paling utama….

  23. nuke mengatakan:

    kejujuran dan kepercayaan…
    Hebat..Like This buat postingan pak Ery..:-)

  24. erywijaya mengatakan:

    @Nuke: Iya benar, btw apa kabar?

  25. nuke mengatakan:

    alhamdulillah, baik…pa kabarny pak ery? :)

  26. erywijaya mengatakan:

    Kabar baik juga, lama gak kelihatan ya

  27. nuke mengatakan:

    pastinya ery…
    nuke dmn, ery dmn…bgmn bs kelihatan..:D

  28. Rainia Cahaya mengatakan:

    interesting, mnrut mas Ery apakah orang yg udah nggak kita percaya lg dalam hubungan personal masih bisa kita percaya untuk hubungan bisnis? i mean, should we differentiate it?

  29. erywijaya mengatakan:

    @Rainia: ya menurutku begitu,klau melakukan sesuatu dengan rasa was-was tentu hasilnya tidak akan memuaskan

  30. Sintya mengatakan:

    Tetapi menurut saya kepercayaan tetap bisa tumbuh dari seseorang yg kurang mempercayai kita melalui proses pengenalan dan pendekatan seperti kata pepatah nenek moyang kita “tak kenal maka tak sayang”.
    Melalui proses pengenalan dan pendekatan baik itu dalam konteks hubungan kerja ataupun pribadi, kalau kita punya niatan yg baik pasti orang akan tahu dan kepercayaannya atas diri kita juga akan tumbuh.
    Karena kepercayaan seseorang tidak akan sama pada proses awal hingga akhir. Itu semua tergantung kita, bagaimana mendapatkan kepercayaan seseorang dan menjaga atau memupuknya hingga berkembang pada akhirnya.
    =)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 89 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: