Saya menerima email dari salah satu mahasiswa teknik tingkat akhir di kampus berjaket kuning. Dia menyatakan kegelisahan masa depannya sebagai seorang calon insinyur yang sebentar lagi lulus kuliah, dia bertanya pada dirinya sendiri “bisakah saya survive untuk bekerja di ladang sustainable energy? atau haruskah saya mengikuti arus kawan-kawan teknik untuk terjun bekerja di ladang minyak dan gas (migas)?“. Saya dimintanya untuk membantu menemukan jawaban itu. Sebagian besar saya sudah mencoba memberikan jawaban padanya, tapi ijinkanlah saya menshare apa yang saya pahami tentang “janji kebahagiaan” dari sustainable energy di blog ini, semoga bisa menjadi bahan masukan bagi kawan-kawan mahasiswa teknik yang sedang mengalami kegundahan hati yang sama. Baca entri selengkapnya »
Sustainable Energy = Sustainable Money
Agustus 4, 2010Mendinginkan Bangunan Secara Natural
Juni 28, 2010
Problematika yang sering dialami oleh bangunan di iklim tropis adalah kebutuhan untuk melakukan proses pendinginan di dalam area bangunan tersebut. Hampir 40% dari energi yang terpakai di bangunan digunakan untuk memproduksi udara sejuk. Mengingat wilayah tropis kaya akan sinar matahari yang tentunya menghasilkan panas yang lebih tinggi dari wilayah belahan bumi di utara dan selatan. Seiring dengan meningkatnya kepedulian manusia akan perlunya penghematan energi, beberapa ilmuwan di wilayah tropis telah melakukan riset yang komprehensif terhadap kebutuhan pendinginan bangunan secara natural. Baca entri selengkapnya »
Listrik Gratis Untuk Rakyat Miskin, Kenapa Tidak?
Juni 14, 2010
Direktur Utama PT. Perusahaan Listrik Negara PLN), Dahlan Iskan, melemparkan ide tentang penggratisan listrik bagi warga miskin, yakni warga yang menginstall listrik di rumahnya dengan daya sebesar 450 VA. Ada 20 juta rumah tangga di Indonesia yang berlangganan listrik dari PLN dengan daya tersebut. Menggratiskan 20 juta pelanggan listrik dan kemudian memberlakukan tarif dasar listrik (TDL) sesuai dengan harga keekonomiannya bagi sektor lain. Menurut hitung-hitungan bos PLN tersebut, dengan menggratiskan listrik bagi rakyat miskin maka akan terjadi kehilangan pendapatan PLN sebesar 1.5 triliun. Namun, dengan menerapkan listrik sesuai dengan harga keekonomiannya akan menjadikan pemerintah tidak lagi perlu mensubsidi PLN, dan bahkan pendapatan PLN akan naik menjadi 30 triliun. Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh erywijaya 

















