Masjid Darussalam

Sebagai negara dengan mayoritas penduduknya memeluk agama Budha tentunya agak susah buatku menemukan masjid dan makanan halal di Thailand, terutama di daerah Bangkok. Dulu bayanganku sebelum tinggal di Bangkok aku akan jarang sekali mendengar suara adzan dan iqomah, bahkan mesti masak sendiri setiap hari, tapi alhamdulillah ternyata kampus pertamaku di sini berada di tengah-tengah pemukiman muslim Bangkok, jadi bayanganku itu langsung lebur begitu tiba disini. Kumandang Adzan dan Iqomah selalu terdengar, pemandangan wanita berjilbab dan laki-laki memakai sarung dan koyah selalu terlihat setiap saat. Untuk urusan makan ternyata di daerah ini bukan hal yang susah untuk mendapatkan makanan halal, tak hanya aku menjumpai warung-warung muslim tapi juga pasar muslim, ya pasar dengan aneka dagangan yang dijamin halal.

Bicara soal masjid, tak jauh dari kampus King Mongkut’s University Technology Thonburi (KMUTT) sekitar 300 meter bisa kutemukan masjid Darussalam, masjid yang di Google Earth ditulis sebagai Darislam Mosque. Masjidnya tak seberapa besar, kurang lebih luasnya sekitar 75 meter persegi terdiri dari dua lantai, dan dengan desain arsitektur ala timur tengah. Masjid ini tidak persis berada di sentra perkampungan muslim jadi bisa dimaklumi kalau jamaahnya hanya beberapa orang saja. Masjid ini biasanya akan ramai pada saat shalat Jumat, dengan mayoritas makmumnya adalah mahasiswa dari KMUTT. Hebatnya masjid ini adalah hampir setiap shalat Jumat menyediakan hidangan makan siang bagi jamaahnya, tentu saja ini salah satu daya tarik bagi mahasiswa tanpa terkecuali diriku sendiri hehehe..

Di bulan Ramadhan ini seperti biasanya hampir setiap sore disediakan makanan berbuka puasa, dan bisa ditebak mayoritas jamaah shalat Maghrib adalah mahasiswa (lagi-lagi!!hahaha), tapi sayangnya begitu selesai shalat Maghrib dan menghabiskan hidangan berbuka puasa para mahasiswa kebanyakan langsung pulang meninggalkan masjid menuju kosnya masing-masing dan tak banyak yang melanjutkan menjadi makmum shalat Isyak dan Tarawih. Padahal jamaah masjid ini tak begitu banyak, wah sayang juga ya…makanya ku niatkan diriku untuk menjadi jamaah shalat Maghrib, Isyak dan Tarawih di masjid ini selama aku bisa, sedangkan shalat Subuh tempat kosku agak jauh dari masjid ini dan lebih dekat dengan masjid Istiqomah, shalat Ashar dan Dzuhur aku lakukan di tempat kerja.

2 Balasan ke Masjid Darussalam

  1. Dino mengatakan:

    Wah banyak Muslim ya disana.. Enak bisa mendengarkan adzan.. Minimal masih kerasa Ramadhannya.. Disini bener2 gak ada rasa Ramadhan sama sekali hiks..

  2. erywijaya mengatakan:

    Selamat datang Mas Dino di Bangkok (virtual😀 ) Alhamdulillah masih kerasa mas ramadhan disini, tapi ya cuman di wilayah tempat tinggalku aja, klo sudah keluar dikit ya sama aja mas kayak gak ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: