Berbuka Puasalah dengan Makanan atau Minuman yang Manis Alami

Bulan puasa tentu erat hubungannya dengan berbuka puasa, saat-saat berbuka puasa adalah waktu yang sangat dinanti-nanti untuk mengembalikan kesegaran tubuh setelah seharian kita tidak mendapatkan asupan energi.  Bahkan di bulan puasa, kita sering mendengar kalimat ‘Berbuka puasalah dengan makanan atau minuman yang manis’. Konon, kebiasaan tersebut dicontohkan Rasulullah saw. Benarkah?

Dari Anas bin Malik ia berkata : “Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

Nabi Muhammad Saw berkata : “Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci.”

Professor Mudasir dari Jurusan Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada dalam informasinya via email kepada saya menjelaskan bahwa yang dicontohkan Rasullullah bukan “berbuka dengan yang manis-manis” tetapi “berbukalah dengan kurma basah, sebutir, 3 butir atau 5 butir diutamakan ganjil” atau kalau tidak ada “dengan seteguk air putih”. Apa bedanya? manis dalam kurma secara kimia lain dengan manisnya gula. manis kurma bisa langsung dicerna oleh tubuh tanpa mengambil banyak energi dari tubuh sehingga kita tidak menjadi lemas, sedangkan manisnya gula (sukrosa) untuk dapat menjadi energi bagi tubuh perlu peruraian dulu dan memerlukan energi dari tubuh sehingga setelah berbuka dengan yang manis-manis biasanya badan akan terasa lemas (ngantuk) barang 1/2- 1 jam sebelum gula tadi dapat diubah menjadi energi tambahan sehingga menjadi malas untuk sholat terawih.

Permasalahannya buah kurma yang sering kita temui di pasaran bukanlah buah kurma yang segar seperti yang Rasul nikmati. Namun buah kurma yang kita jumpai sudah merupakan hasil olahan atau pengawetan dengan proses pengeringan (drying) dan pengawetan dengan memakai gula, sehingga ketika dikirim dari negara asal penghasil kurma ke Indonesia dapat bertahan lama. Oleh karenanya tentu kita tidak akan menikmati manfaat manisnya buah kurma sebagaimana yang Rasul alami, karena yang kita konsumsi telah bercampur dengan gula (sukrosa).

Lalu bagaimana solusinya? Islam adalah agama yang ilmiah, sehingga ketika kita tidak bisa menemukan buah kurma yang original tanpa campuran gula, maka kita juga bisa mencari padanan yang setara dengan manfaat buah kurma dalam tubuh kita. Sebagai muslim yang tinggal di negara tropis, maka kita dapat menemukan banyak sekali buah-buahan segar yang memiliki kandungan karbohidrat kompleks yang mudah dicerna oleh tubuh. Seperti misalnya semangka, melon, pisang, mangga, pepaya dsbnya. Semoga kita bisa menjaga kebugaran tubuh kita selama bulan puasa agar dapat menjalankan ibadah dengan khusuk.

6 Balasan ke Berbuka Puasalah dengan Makanan atau Minuman yang Manis Alami

  1. Dino mengatakan:

    menarik.. menarik..

  2. macanangh mengatakan:

    ilmu baru… salam kenal mas..

  3. erywijaya mengatakan:

    @Mas Dino&Mas Anang
    Makasih, smoga bermanfaat

  4. Eka Firmansyah mengatakan:

    Assalamualaikum. Sesuai dengan fitrahnya, Alloh menetapkan segala sesuatu berpasangan. Bila Pak Ery menyampaikan “berbukalah dengan yang manis” sejak kecil, saya selalu berpikiran yang sebaliknya. Dan ternyata, saya memiliki teman se-ide. Sila tengok “http://suluk.blogsome.com/2007/08/02/jangan-berbuka-puasa-dengan-yang-manis/”. Logikanya masuk akal dan ilmiah. Saya sependapat dengan yang ini. Mohon maaf Pak Ery, sekedar menyampaikan pendapat. Semoga Alloh merahmati kita yang sedang terseok berjalan kearah-Dia dengan segala kebodohan kita. Jazakalloh

  5. erywijaya mengatakan:

    Waalaikumsalam..

    Makasih Pak Eka atas infonya, saya kira link yang Pak Eka berikan pada prinsipnya seinti dengan yang coba saya tulis diatas.

  6. Ayu mengatakan:

    Apa bedanya Tamr (kurma kering) yg biasa dmakan Rasulullah dgn yg bredar di Indonesia skrg dan biasa qt mkn?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: