Antara Ketipu atau Keberuntungan

Seminggu lalu head of academic section JGSEE yang kian hari makin akrab denganku (gara-gara lobi maen badminton haha) mengajakku untuk ikut dia dalam sebuah acara nasional dan penting di sebuah convention center di Bangkok, nama tempat itu adalah IMPACT Muang Thong Thani. Dia tak menjelaskan secara detail acaranya seperti apa, karena setiap kali kutanya dia pasti jawabnya “U will be delegate from JGSEE“, ya sudah sampe aku bosan mendengar jawabannya. Dia membuat janji dengaku untuk datang ke kampus hari Rabu lalu pukul 7.30 (pagi sekali untuk Bangkok) apalagi lepas sahur dan shalat subuh biasanya aku bangun lebih siang antara pukul 8 atau sembilan karena memang kuliah disini dimulai pukul 9, lagian aku hanya ada kelas sedikit jadi masih bisa nyantai-nyantai bangunnya. Tapi tidak untuk hari Rabu lalu, terpaksa aku harus menghilangkan rasa kantuk demi menjadi “delegasi JGSEE“.

Sesampai di kampus ternyata bukan hanya aku yang diajak, ternyata ada satu mahasiswa dari Kamboja dan beberapa staff cewek, tepat pukul 7.35 kami pergi dengan memakai Van baru milik JGSEE. Baru kali ini aku merasakan naek Van baru JGSEE, dan akhirnya aku tahu kalau sopir JGSEE adalah seorang muslim dari gantungan ayat kursi di kaca depan (seperti mobil orang-orang di Indonesia). Baru pertama kali ini aku datang di arena convention center itu, ternyata besarnya luar biasa, bisa menampung ribuan orang dan terdiri dari berbagai arena yang bisa dipakai untuk berbagai kepentingan mulai dari seminar atau konferensi, eksebisi, konser musik sampai pertandingan olah raga juga bisa.

Setelah masuk ke arena seminar kami menerima tanda peserta, tapi kali ini agak janggal soalnya tulisannya STAFF (what?!! staff) wah aku mulai curiga neh kok bisa-bisanya delegasi pakai name tag STAFF. Akhirnya kecurigaanku terbukti…dancuk!! kurang ajar bener head akademik ini batinku, ternyata aku disuruh jaga stand JGSEE di area seminar itu, walah tau gitu aku gak menyanggupi untuk ikut. Huh agak jengkel plus malu juga jaga stand, untungnya pengunjungnya gak ada yang kenal hehe..Ternyata selain dapat name tag STAFF di dalam seminar kit yang kuterima ada name tag lain yang dalam tulisan Thai, setelah kutanyakan ke head academic dia bilang kalau itu baru name tag peserta seminar.

Wah aku seneng karena aku bisa memaksa dia untuk mengijinkanku ikut masuk dalam arena seminar,  sepertinya seminar itu menarik sekali karena diselenggarakan oleh Ministry of Technologiy and Science Thailand dengan topik soal Global Warming, tapi memang bukan hari keberuntunganku sepertinya soalnya seminar itu pake bahasa Thai..sialan!! mana aku mudeng sama bahasa aneh ini. Akhirnya aku menyerah untuk kembali ke arena eksebisi alias kembali jaga stand. Agak ndongkol juga aku, tapi inget puasa jadi pelan-pelan aku coba menikmati “pekerjaan” itu. Udah gitu kalau jam coffeebreak atau makan siang wah sialan bener orang-orang makan di depanku dengan santainya. Mungkin inilah cobaan bulan puasa di negara orang, semoga pahalanya juga lebih banyak dari pada di saat puasa di negara sendiri yang mayoritas muslim..amienn..

Kedongkolan mulai terkurangi saat aku tau kalau acara itu dikunjungi oleh menterinya, dan beliau mengadakan kunjungan dari stand ke stand, nah akhirnya aku dapat kesempatan untuk bertatap muka dengan pejabat tinggi langsung, baru kali ini aku bertemu seorang menteri biarpun menterinya negara orang, soalnya di negara sendiri aku baru paling mentok ketemu sama Dirjen saja, apalagi disini aku diperkenalkan sebagai mahasiswa Internasional, jadi ada kebanggaan tersendiri.

Pulang dari acara itu aku kecapekan, terpaksa aku gak bisa datang ke masjid Darussalam untuk takjil bersama, tapi aku dah beli makanan di warung muslim. Setelah buka puasa aku shalat Maghrib dan langsung tidur soalnya di malam hari aku mau baca-baca catatan kuliah, hari Kamis aku ada ujian mata kuliahnya Professor Exell. Malam hari keasyikan baca-baca sampai aku susah untuk tidur, akhirnya kemalaman aku baru bisa tidur, effeknya pun aku gak dengar suara alarm HPku untuk bangun sahur, waduh…aku bangun selepas iqomah Subuh…wahhh ujian tanpa sahur jadinya.

2 Balasan ke Antara Ketipu atau Keberuntungan

  1. - Pacuz Okz ;) - mengatakan:

    …Sabar ya…
    …Jadinya ngerasa ditipu ato…
    …dpt keberuntungan??…
    …lumayan bisa tatap langsung sama Pak Menteri…
    …;) sapa tau ntar bisa diajak kmana2 lgi,hehe (dgn kondisi
    yang lebih menyenangkan tentunya)…
    …berakit2 dahulu berenang2 kemudian,bersakit2 dahulu
    bersenang2 kemudian😀 (aamiiinnn…)…

  2. Pacuz okz mengatakan:

    Wah..Ada kslahan fatal di kombinasi pantunnya,haha:
    berakit2 kehulu berenang2
    ke tepian,bsakit2 dhulu bsenang2 kemudian
    hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: