QE Thesis, Final Examination dan Sakit

Hari Senin lalu aku berhasil melewati salah satu tahap untuk mendapatkan degree masterku di sini, yakni Qualifying Examination (QE) atau kalau di Indonesia seringkali disebut sebagai ujian proposal Thesis, dengan hasil memuaskan dan menurut komiteku diputuskan bahwa proposal Thesisku minor revisi. Akhirnya satu tahap sudah aku lewati, dan semester depan aku hanya akan fokus pada risetku saja di tempat supervisorku, tepatnya di laboratorium energy modeling, Sirindhorn International Institute of Technology (SIIT) Thammasat University.

Final Examination dan Sakit

Begitu padatnya jadwalku minggu ini, mulai dari QE Thesis, sampe ujian akhir. Nah ujian dari Allah datang padaku, begitu ujian akhir datang aku kena sakit demam, batuk, dan pilek. Aku panas tinggi sampai-sampai aku tak belajar banyak untuk ujian kali ini, meskipun sudah belajar beberapa hari sebelumnya tetep aja lewat begitu saja karena pikiran lagi gak fit soalnya. Sejak hari Rabu, panas tinggi aku rasakan, tidur tak nyenyak dan makanpun tak enak (kayak lagu dangdut aja neh :D), hari Kamis akhirnya aku menyerah untuk tidak berpuasa karena panas badanku naek luar biasa, sampai bibirku pecah-pecah.

Selama dua hari itu pula aku hanya rebahan di kasur saja, sampai akhirnya Kamis sore aku paksakan berangkat ke Klinik KMUTT meskipun dengan badan lemas, kepala pusing, dan pandangan kabur. Dokter memeriksaku dan memberikan 4 macam obat (yang aku hapal cuman parachetamol dan obat antibiotik aja). Eh alhamdulillah berkat pertolongan Allah, manjur juga obatnya begitu aku minum. Malam harinya panas tubuhku berangsur-angsur hilang dan esok paginya aku sudah mulai bisa bangun dari tempat tidur tanpa merasa pusing lagi.

Ini sakit terpanjangku selama sekolah di sini dan pertama kalinya aku berobat ke dokter Thai, ternyata dokter di Klinik KMUTT jago juga bahasa Inggrisnya, banyak kata-kata yang dia ucapkan aku gak ngerti (gak tau yang dia ucapin kata-kata tentang kesehatan apa memang akunya yang bloon ya :D). Yang pasti pelayanan di klinik KMUTT lebih oke deh dari pada di GMC UGM.

Kalau menurut analisaku, aku sakit karena kemungkinan aku memfosir diriku sendiri untuk mempersiapkan segala macam ujian di minggu ini dan sekaligus bulan puasa, jadi kemungkinan aku kurang asupan energi. Selanjutnya mungkin karena aku sudah sebulan gak maen badminton, jadi racun-racun di tubuh ini gak ikut keluar bersama keringat. Apalagi di bulan puasa ini salah satu kebiasaan burukku yang baru adalah langsung tidur begitu shalat subuh, padahal aku sahur hanya beberapa menit sebelum subuh.

Satu Balasan ke QE Thesis, Final Examination dan Sakit

  1. Lia mengatakan:

    🙂 next, take care ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: