Thanks Bu…(Persembahanku)

Tak terasa ternyata hari ini tepat tanggal 22 Desember, hari yang spesial bagi seorang Ibu. Meski di keluargaku tidak pernah ada hari yang terasa istimewa kecuali hari-hari perayaan agama tapi kali ini aku merasa terpanggil untuk mempersembahkan tulisan ini buat Ibuku. Orang yang telah melahirkan aku ke dunia ini, mengasuhku, membimbingku dan membiayai segala kebutuhanku dari dulu bahkan beberapa hingga sekarang mesti aku telah bekerja dan jauh darinya.

capture1Aku dan Ibuku di acara wisudaku

Ibuku seorang guru, ya hanya seorang guru SD sekaligus Ibu rumah tangga. Beliau alumni SPG (Sekolah Pendidikan Guru)  IKIP di kota gudeg, Jogjakarta. Sepertinya memang aura kota Jogja yang membuat Ibuku tertarik belajar di sana telah juga menular kepada kami anak-anaknya, di mana aku dan masku juga terdidik oleh kota Jogja. Kemudian setelah berkarier sebagai guru di SD 2 Plantaran, Kaliwungu Selatan berhasil melanjutkan jenjang pendidikannya hingga D2 di Unnes Semarang dan terakhir berhasil menyelesaikan S1 di IKIP PGRI Semarang pada tahun 2004. Ibuku lama menghabiskan waktu untuk mengajar di SD 2 Plantaran, sekolah yang di mana adiknya, anak-anaknya, sepupunya, keponakannya dan bahkan cucunya juga bersekolah di situ.

Dedikasi Ibu yang begitu hebat dimataku mengantarkan beliau ke jenjang karier sebagai kepala sekolah di salah satu SD di kecamatanku sejak tahun lalu. Sebenarnya kesempatan itu telah datang dari dulu-dulu, tapi bukan rahasia umum lagi kalau pengangkatan kepala sekolah dulu tidak hanya berbekal kemampuan tapi juga uang…ya uang!! dan Ibuku jelas menolaknya “Lebih baik uang itu aku gunakan untuk membiayai sekolahmu nak, dari pada aku gunakan untuk mencapai kedudukan karirku yang tidak seberapa itu“….kini jaman telah berubah dan  akhirnya memang kesempatan itu datang juga untukmu Bu…

Aku bersyukur memiliki seorang Ibu seperti beliau, orang yang selalu disiplin kepada anak-anaknya untuk belajar, mengaji, beribadah dan bahkan semua tata cara kehidupan sehari-hari. Aku mengambil semua itu dan meresapinya sebagai sebuah pelajaran dari Ibu yang sangat berarti di masa depanku nanti. Dari Ibulah aku mengerti tata cara memelihara rumah karena kebetulan keluarga kami tidak memiliki pembantu jadi kami anak-anaknya selalu berbagi tugas membersihkan rumah dan merawat rumah kami. Ibu pulalah yang mengajariku cara memasak berbagai masakan, meskipun beliau tidak pernah mengajariku secara langsung, tapi aku sendiri yang ingin mempelajari cara beliau mengolah masakan di rumah dengan cara iseng-iseng membantu beliau memasak, alhasil sampai saat ini aku bisa memasak minimal untuk diriku sendiri saat aku kangen masakan rumah.

Ibu adalah orang yang selalu teratur dalam mengelola keuangan keluarga, beliau memiliki tabungan khusus yang diperuntukkan untuk saat-saat yang mendesak. Beliau adalah manajer yang sangat baik di rumah kami, beliau adalah juga menjadi tulang punggung keluarga semenjak Bapakku sakit-sakitan dalam 5 tahun terakhir ini. Tanpa Ibu mungkin keadaan kami akan jauh dari kondisi sekarang.

Ibu mungkin semua upaya dan cita-citamu telah berhasil engkau raih, kesempurnaan sebagai seorang umat muslim juga telah engkau laksanakan Ibu…mungkin sekarang yang engkau harapkan hanyalah satu yakni melihat anak-anakmu berhasil dalam menjalani dunia ini baik untuk hal-hal yang duniawi maupun akhirat. Aku yakin do’a mu selalu terpanjatkan untuk kami anak-anakmu. Untuk aku yang jauh darimu mungkin sebagai mana yang sering engkau minta, akan selalu ku usahakan memenuhi segala harapan-harapanmu Ibuku…dengan seijinmulah aku di sini, dengan do’amulah aku sampai seperti ini dan sudah sepantasnya aku akan mempersembahkan kado yg terbaik diantara yg bisa aku lakukan untukmu.

Ibu, doaku juga selalu kupanjatkan untukmu “Allahummaghfirli waliwalidaya warhamhumma kamaa rabbayani shaghiraa….

Salam kangenku,

Bangkok, 22 Desember 2008

5 Balasan ke Thanks Bu…(Persembahanku)

  1. pacuz okz :) mengatakan:

    jadi terharu bacanya😦

    ^_^

  2. yuyun mengatakan:

    the sweetest article i’ve ever read,,^_^

  3. malikhizbullah mengatakan:

    Assalamualaikum
    Mas aq salut banget sama kamu…..jadi terharu. (touch my heart pokoknya)
    Jadi inget Emakq di rmh….
    Sorry aq baru s4 lihat blognya…

    Hebatttt

  4. nilna mengatakan:

    subhanallah….
    smga surgaNya tlah Dia prsiapkan utk ibu-ibu kita semua…allahu yubarrik fiik…
    amiinn..

  5. Citra mengatakan:

    Subhanallah…. Sebagai seorang ibu, saya terharu……
    Pengen sekai menjadi super mom..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: