Jempol Kaki

Insiden pertama (dan semoga yang terakhir) yang mengantarkanku masuk ke rumah sakit ini terjadi awal Februari lalu, tepatnya tanggal 4 Februari sore. Menjelang berakhirnya semester genap di SIIT membuat mahasiswa senior sibuk menyelesaikan student project mereka, aktivitas lab yang biasanya sepi akhir-akhir ini banyak diisi oleh mereka, bahkan terkadang sampai larut sore. Peralatan-peralatan project mereka sering kali masih berserakan meski mereka sudah pulang, dan seperti biasa aku pulang dari lab pukul 7 sore, di mana insiden ini juga terjadi pada waktu itu. Ketertarikanku pada perlengkapan project mereka yang mengantarkanku pada rasa sakit yang mesti kutahan hampir selama seminggu.

Sebelum mengambil gembok pintu lab aku lihat deretan botol cat semprot, iseng aku ingin mengecek apakah masih ada isinya atau tidak. Ku pegang ujung atas botolnya (tutupnya) namun sayangnya aku salah pegang, botol itu terlepas jatuh ke bawah tepat di atas jempol kaki kananku dan menyisakan tutupnya saja yang masih aku genggam di tangan. Sakitnya bukan main, dan kuku jempol kaki tiba2 berubah menjadi kehitam-hitaman. aku kira hanya insiden biasa, jadi meski sakit aku masih bisa ketawa-ketawa sepanjang perjalanan pulang dengan kawanku dari Kamboja.

Saat waktu tidur tiba ternyata rasa sakit di jempol makin menjadi-jadi membuatku semalaman tak bisa tidur, jempol kaki membengkak dua kali lipat dan terpaksa esoknya aku pamit tidak masuk ke lab. Aku coba olesi dengan balsem seharian berharap akan segera kempes dan bisa normal kembali, tapi nyatanya tidak berhasil juga.  Malam kedua memaksaku tidak bisa tidur kembali. Sudah cukup rasa sakit itu kutahan, akhirnya mas Aan (room mateku) mengantarkan berobat ke AIT klinik, sayangnya tak ada dokter di sana, para suster menyatakan bahwa itu insiden parah dan kemungkinan besar kuku jempolku harus dilepas untuk mengeluarkan darah beku di dalam kuku. OMG!!! Akhirnya aku dirujuk ke Thammasat Hospital, rumah sakit pendidikan milik Thammasat University.

hotpitalThammasat Hospital

Begitu sampai di RS aku diperiksa di bagian emergency, suster yang mendata penyebab kecelakaanku menyatakan klo ini adalah kejadian pertama yg pernah mereka tangani dalam sejarah RS…hehehe ada rasa bangga sekaligus malu mencatat rekor kecelakaan yang memalukan. Langsung aku ditangani oleh dokter, dia menyatakan bahwa darah yang ada di dalam kuku harus dikeluarkan, karena itu yang menyebabkan rasa sakit. Memang secara ilmu termodinamika juga begitu, tekanan (pressure) mempuyai hubungan yang linear dengan suhu (temperature), ketika kita tekanan di dalam kuku naik karena tersumbatnya darah yang semestinya keluar maka akan jempol kaki akan terasa panas dan efeknya juga terasa sakit senut-senut. Walah malah mengaitkan antara praktikum di Marcet Boiler sama jempol kaki hahaha.

Kembali ke cerita tentang diagnosa dokter, dia menyatakan kemungkinan akan melepas kuku jempolku…waduh aku udah deg-degan dan rasanya lemes membayangkan kuku jempolku dilepas. Setelah melihat-lihat keadaan jempolku kemudian dia berkata lagi “akan saya coba untuk mengeluarkan darahnya dengan tanpa melepas kuku jempol terlebih dulu, kalau ini tidak berhasil maka memang kuku jempol anda harus di lepas”. Dia ngomong dalam bahasa Inggris, soalnya klo bahasa Thai aku nanti yang gak mudeng. Alhamdulillah akhirnya dokter berhasil mengeluarkan darah dari jempol kakiku dengan cara melubangi kuku. Emm langsung rasanya jempol kaki jadi dingin setelah darah beku itu mengalir.

pict0004Kartu pasien Thammasat Hospital (nulis namaku salah lagi )

pict0005Nota pembayaran biaya pengobatan (waduh namaku salah lagi😦 )

Setelah berhasil dikeluarkan darah yang terjebak oleh kuku malam harinya aku bisa tidur dengan nyenyak, meski aktivitas sehari-hari belum normal karena masih susah untuk berjalan, setidaknya aku merasa lebih nyaman. Gara-gara insiden konyol itu aku harus memegang kartu pasien di Thammasat Hospital. Kartu pasien rumah sakit pertama yang aku miliki seumur hidup.

7 Balasan ke Jempol Kaki

  1. pacuz okz :) mengatakan:

    makanya,,hati,,hati,, ^_^ .. ciee yg jd kejadian pertama kali,,,tp lihatlah,,namanya salah,,,hihihihihi,,,jd kurang afdhol hehehe

  2. ary widi mengatakan:

    mulane bancaan, po diruwat, ben rak dadi pembawa sial
    hee….heee….hee…..

  3. Nurul Anwar mengatakan:

    wah nglah-nglahi KUWAT si Mr. Jempol. lagian nggak bisa liat barang ngaanggur, jail sih! Mugo cepet mari…

  4. fahmee mengatakan:

    membanggakan tapi bikin malu sendiri…

  5. Reni mengatakan:

    Astaga….ternyata hal spt itu bisa jadi serius juga yah. Sebetulnya pernah mengalami hal yg sama dan memang sakitnya bukan kepalang selama beberapa hari, tidur juga susah, tapi tetep nekat gak dibawa ke dokter. Alahamdulillah sekarang sudah gpp sih, tapi memang kuku jempol kanan jadi kurang bagus karena ditengahnya seperti ada noda hitam (bekas darah beku).

  6. Santos mengatakan:

    apa yang anda rasakan, terjadi pada saya tadi malam. ceritanya pada saat main futsal bersama teman-teman, pas lagi seru-serunya tidak sengaja kaki kiriku menendang tanah karena posisi badan yang kurang pas, alhasil jempol kakiku juga membiru karena darah gak bisa keluar, setelah baca pengalaman tadi jadi pengen tau caranya melubangi kuku biar cepat keluar darahnya? sukron

  7. krisnayani mengatakan:

    Hampir sMa yG trjadi ma Q td di sklah
    yG beda Q Bkn kena botol
    tp kena bangku kayu
    kaki jempol knan q skt drah’a jg mati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: