Yang Tertunda

19 April, Pukul 19.45 waktu Bangkok aku kembali menginjakkan kaki di negeri Gajah Putih ini setelah sebulan menghabiskan waktu di Indonesia kini saatnya aku kembali menunaikan kewajibanku yang belum selesai di sini. Sudah hampir 2 bulan blog ini belum ku isi apa-apa semenjak pulang dari rumah. Maklum begitu sampai di Bangkok seabrek aktivitas sudah menungguku, mulai dari mempersiapkan laporan kegiatan selama di rumah, mempersiapkan diri menjelang 2 conference yakni 5th Conference on Energy Network of Thailand (E-NETT) pada 29 April hingga 1 Mei 2009 dan World Renewable Energy Conference 2009-Asia pada 19 hingga 22 mei 2009. Banyak kejadian dan aktivitas yang rasanya sayang untuk aku lewatkan untuk ditulis di blog  ini.

Pindah Dormitory (lagi)
Setelah sebulan sebelum aku pulang ke Indonesia kontrakku di TU Asian Games telah habis dan aku harus pindah ke Thammasat University dormitory, dormitory terbaru milik TU yang berdiri sebelah main stadium. Inilah kepindahaknku keenam kalinya selama belajar di Thailand. TU Dorm terdiri dari 3 gedung utama yakni TU Dorm-1, TU Dorm-2 dan TU Dorm-3. Lantai pertama dan dan sebagian lantai kedua di tiap-tiap gedung dialokasikan untuk mall sedangkan lantai diatasnya hingga lantai delapan dialokasikan sebagai dormitory. Sebuah konsep bisnis yang menarik bagi universitas di mana mahasisiwa merupakan pangsa market yang menarik. Sekarang aku menghuni TU Dorm-3 tepatnya dilantai 2 dengan kamar nomor 3240.

TU Dorm

Thammasat University Dormitory dilihat dari main stadium

Namun sayangnya sejak kepindahanku ke TU Dorm, bangunan mall ini belum sepenuhnya selesai hingga sekarang, hanya dormitory saja yang sudah diselesaikan dengan sempurna.

5th Conference on Energy Network of Thailand (E-NETT)
E-NETT adalah conference rutin tahunan yang diselenggarakan oleh kampus-kampus se Thailand yang terintegrasi dalam energy network. Pada penyelenggaraan yang kelima kalinya ini Naresuan University mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah. Naresuan University terletak di propinsi Pitsanoluk, sebuah propinsi di barat laut Thailand. Sekitar 390 km dari Bangkok atau Sekitar 5 jam perjalanan dari Bangkok.

Kami 7 orang member modeling laboratory dibawah supervisi Assoc. Prof Dr. Bundit Limmeechokchai (meski beliau tidak ikut berangkat) berangkat ke sana menggunakan dua mobil. Dari Bangkok kami berangkat pada tanggal 28 sekitar pukul 9 pagi dan sampai di Pitsanoluk pukul 3 sore, sengaja kami berangkat 1 hari lebih awal dengan maksud bisa memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat. Sesuai dengan instruksi beliau kami akhirnya menginap di Kresident hotel, hotel yang lumayan bagus bertaraf bintang 3. Namun yang lebih penting adalah selain fasilitasnya yang menarik adalah lokasi hotel tersebut yang berada di sebelah kampus Naresuan University.

Dari 7 orang yang berangkat namun hanya 5 orang yang membawakan presentasi oral, 1 orang presentasi poster dan 1 orang penggembira hehehe. Aku kebagian membawakan presentasi oral dengan judul “Optimization of Indonesian Geothermal Energy Resources for Future Clean Electricity Supply: A Case of Java-Madura-Bali System“, paper tersebut merupakan salah satu bagian dari hasil penelitianku tentang electricity modeling di Jamali system. Aku mendapatkan jatah presentasi pada hari pertama di sesi Energy policy. Inilah conference pertamaku yang paling aneh, disebut aneh karena hampir semua paper menggunakan bahasa Thailand kecuali diriku dan team selab yang menggunakan bahsa Inggris, pun dalam presentasi semuanya menggunakan bahasa Thai kecuali diriku dan roommateku yang orang Kamboja.

my ENETTPresentasiku di E-NETT

Kami menikmati suasana Pitsanoluk selama empat hari, aku begitu menikmati sajian Seafood yang kami pesan selama dua hari selama di sana. Akhirnya hari Jumat tanggal 1 Mei kami pulang kembali ke Bangkok.

World Renewable Energy Conference 2009-Asia
Conference yang terbesar yang pernah aku ikuti dan paling prestisius, dengan jumlah peserta terbanyak dan terdiri dari berbagai negara. Di sini aku membawakan dua paper, satu paper aku presentasikan dalam bentuk oral dan satu lagi dalam bentuk poster. Conference ini di selenggarakan dalam 3 hari, sedangkan pada hari keempat dilakukan kunjungan ke berbagai fasilitas dan project energy terbarukan di sekitar Bangkok.

My presentation in WREC-2009Presentasiku di WRERC 2009-Asia

My WRERC2009 posterPosterku di WRERC 2009-Asia

Dalam konference ini banyak hal yang membuatku membuka pikiran dalam-dalam, banyak ide-ide riset baru yang muncul dan membuat semangatku untuk melanjutkan penelitian ini ke jenjang lebih lanjut semakin menjadi-jadi. Banyak relasi dan networking yang aku dapatkan. Pada hari keempat aku mengikuti tour ke the Royal Citralada project. Sebuah project teknologi tepat guna yang diinisiasi oleh Raja Bhumibol Adulyadej. Project ini merupakan embrio keberhasilan pertanian di Thailand, berbagai project yang dilakukan disini memang pada umumnya berkaitan dengan pertanian dan hasil pertanian.

7 Balasan ke Yang Tertunda

  1. Ayu mengatakan:

    semoga Allah memberi keberkahan dlm setiap aktivitas ery..
    semangat terus ya..😀

  2. saif569 mengatakan:

    wah…mau jd org besar nih….semoga amin…..

  3. Wijaya mengatakan:

    Thanks Kang Mujab bantuin nglembur desain posternya🙂

  4. Pacus mengatakan:

    Amin… ^.^

  5. yayat supriyatna mengatakan:

    Mas Ery, sukses yah, semoga ide32 briliannya akan memajukan Indonesia sepulang Mas Ery..InsyaAlloh, Oktober, saya akan berkunjung ke Bangkok…

  6. ary widi mengatakan:

    postere wes tau weruh ketoe wekekekkek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: