Semua ini Penuh Makna

Ramadhan MubarokAgustus hampir sebentar lagi terlewati, banyak tanggal-tanggal penting bagi bangsa Indonesia dan umat muslim di dunia terjadi di bulan Agustus. Bagi bangsa Indonesia tentu saja setiap menjelang 17 Agustus sarat dengan acara-acara kebangsaan, seperti pidato presiden di depan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang gila hormat (kebanyakan hehehe) dan tentu saja tanggal sakral bagi bangsa kita yakni 17 Agustus, hari kemerdekaan Indonesia. Bagi umat Islam sedunia, di bulan agustus ini juga bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Tasyakuran 17an
Kali ini saya kembali menikmati acara 17an di Bangkok untuk kedua kalinya. Namun sengaja saya memang hanya datang pada acara tasyakurannya saja, mengingat upacara 17an jatuh pada hari Senin sehingga saya tidak bisa meninggalkan urusan di kampus, sedangkan acara tasyakuran diselenggarakan pada malam hari, tepatnya di tanggal 18 Agustus.

Acara dimulai jam 18.30, akan tetapi saja sengaja datang agak terlambat. Jam 19.30 saya sampai di depan pintu gerbang KBRI Bangkok. Kedatangan saya ke acara tasyakuran disertai dengan seangat juang untuk mendapatkan doorprize yang ditawarkan hehehe…maklum doorprize yang disediakan sangat menarik seperti handphone, mesin cuci, televisi, tiket PP Bangkok-Jakarta, Bangkok-Jogja, Bangkok-Bali dengan menggunakan Garuda Indonesia. Siapa yang tidak tertarik?

Namun modal semangat juang empat lima (mewarisi semangat para pahlawan kemerdekaan) dan datang terlambat ternyata tidak membuahkan hasil seindah yang saya bayangkan….Tidak ada nasi kotak yang tersisa…tidak ada nomor undian doorprize yang tersisa juga!!OMG…ternyata ada yang lebih menyedihkan…tak ada kursi yang kosong lagi😦 hancurlah semua impian-impian indah dari kampus….

Ternyata Allah masih senantiasa peduli dengan hamba-hambanya…bersama Pak Syamsu akhirnya nasi tumpeng yang tadinya jadi pajangan dekat panggung pertunjukan dipindahkan ke luar bagi makhluk-makhluk Indonesia yang belum kebagian jatah nasi kotak hehehe…ini rejeki kami!! Nasi tumpeng, plus udang goreng yang guede, ada juga rendang sapi hemm mak nyussss…

Tak apalah tak dapat nomor undian doorprize (apalagi berharap memenangkan doorprizenya), yang penting sudah dapat tontonan budaya Indonesia plus nasi tumpeng prasmanan.

Marhaban Ya Ramadhan
Bulan Ramadhan di Thailand jatuh bersamaan dengan di Indonesia, yakni tanggal 22 Agustus. Inilah bulan puasa kedua bagi saya selama tinggal di negara gajah putih ini, namun kali ini ada yang berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu saya tinggal bersama-sama dengan mahasiswa muslim Thai, sehingga kami senantiasa saling membangunkan pada saat datang waktu sahur, dan semuanya kami persiapkan bersama-sama. Tahun ini, saya tinggal berdua dengan mahasiswa asal Kamboja, dan kami berbeda agama.

Akhirnya saya mencoba deal dengan dia bahwa saya akan menggunakan ruangan teras belakang kamar apartemen yang biasanya digunakan untuk mencuci dan menjemur pakaian. Di Teras itu saya tempatkan meja makan yang tadinya terletak di dalam kamar, saya pindahkan pula semua perlengkapan masak ke teras. Alhamdulillah dia menerima ide saya.

Hari puasa pertama dan kedua alhamdulillah dijalankan dengan lancar, tidak ada masalah baik saat berbuka maupun saat sahur. Namun sedikit kejadian terjadi di hari ketiga. Gudang laboratorium yang biasa saya pakai untuk shalat hari ini digunakan oleh mahasiswa bachelor untuk mengerjakan skripsi, akan tetapi ada hal yang membuat saya jengkel yakni ternyata mahasiswa-mahasiswa itu membawa binatang piaraannya (apalagi kalau bukan Asu (dalam bahasa jawa)!!)….Astaghfirullah…untunglah saya sudah shalat, esok pasti saya akan bawa sajadah kalau shalat di situ.

Hari itu saya sengaja pulang agak awal karena akan mempersiapkan berbuka puasa. Namun lagi, masalah datang kembali, begitu sampai di kamar ada masalah dengan gagang pintu kamar…oalah…locek (bahasa jawa lagi) kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris mungkin “error!!”. Saya panggil satpam dormitory, sambil pakai bahasa tarzan saya coba jelaskan bahwa gagang pintu kamar rusak..ealah dia tetep gak paham juga atau mungkin memang saya kurang pantas menjadi tarzan hehe. Untunglah tak lama kemudian ada mahasiswa yang bisa berbahasa Inggris membantu menerjemahkan. Deal!! akhirnya dia bersedia membantu. Akan tetapi kenyataan terkadang tak seindah yang dibayangkan, dia juga gagal membantu saya membuka pintu kamar.

Dia berjanji akan memanggil teknisi dormitory, sambil mempersilahkan saya duduk menunggu. Dari detik berganti menit, lalu beranjak ke jam wah kok gak ada progress apa-apa neh, maghrib sudah tiba Isyakpun segera menjelang. Untung saya tadi beli susu dan buah nanas, jadi bisa saya pakai untuk berbuka. Total 2 jam saya menunggu teknisi datang untuk mengganti gagang pintu yang locek…lewatlah sudah maghrib saya😦 ya Allah ampunilah hambamu ini. Emosi campur rasa sedih menggumpal di dalam hati, tapi kemudian ingat bahwa ini mungkin ujian dari Allah di bulan Ramadhan nan penuh berkah ini. Leburlah semua kesedihan itu, saya coba tersenyum pada bapak-bapak satpam yang dari tadi menemani saya duduk tanpa bicara (karna dia gak bisa bisa bahasa Inggris dan saya tidak bisa bahasa Thai hehe). Alhamdulillah sesaat kemudian teknisi yang ditunggu-tunggu datang membawa gagang pintu pengganti, ringkasnya beberapa menit kemudian pintu berhasil diperbaiki. Alhamdulillah ya Allah, maafkan hambamu yang lalai ini.

4 Balasan ke Semua ini Penuh Makna

  1. marsudiyanto mengatakan:

    Selamat Berpuasa…

  2. cite mengatakan:

    masih suka contact g ma temen kos lama? ^_^
    smangat trus puasanya n sing sabar…bntar lgi kan mu lulus jd dibuat sebermakna mungkin😀
    biar ada kenangan … n biar tmbh sabar n jauh lebih baik dr sebelumnya😉

  3. erywijaya mengatakan:

    hemm masih dunk🙂

  4. erywijaya mengatakan:

    Selamat berpuasa juga Pak Mar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: