Akhirnya jadi Ekspatriat

Alhamdulillahirobbilalamin, sekali lagi ucapan syukur itu saya panjatkan kembali di awal tulisan. Setelah sempat menjadi “pengangguran” akhirnya Allah memberikan saya pilihan dua jalan rejeki sekaligus secara bersamaan; pertama saya diterima menjadi Laboratory Supervisor di Asian Institute of Technology, Thailand, dan kedua saya diterima sebagai Project Engineer di sebuah anak perusahaan Singapore yang bergerak di bidang Clean Development Mechanism (CDM)  dan Energy Conservation di Jakarta. Sebuah pilihan yang memang susah, susah karena sejujurnya saya ingin bekerja di tanah air tercinta. Namun urusan pilih memilih itu ternyata punya banyak faktor yang harus dipertimbangkan, bukan hanya urusan uang (gaji-red) tapi juga urusan kenyamanan dengan pekerjaan dan lingkungan kerja.

Setelah melalui berbagai pertimbangan (batin, pikiran dan bisikan-bisikan hehe) akhirnya saya dengan membaca bismillah, memilih untuk kembali ke negara Gajah Putih. Bekerja sebagai Laboratory Supervisor di Energy Field of Study, Asian Institue of Technology. Kalau istilah kerennya menjadi seorang EKSPATRIAT hehehe…karena namanya ekspatriat pastinya kalau ketemu teman ada beberapa pertanyaan/komentar standar yang muncul, diantaranya adalah:

  • Wah, jadi ekspatriat pasti gajinya buanyak, mengeruk dollar

Mungkin sebagian besar ekspatriat iya mengeruk dollar, tapi kalau saya enggak tuh…karna gaji saya dalam bentuk mata uang Thailand (Baht) hehe..

  • Fasilitas yang diterima pasti buanyak dan mewah

Kalau mewah (mepet sawah) seh iya hehe…sebenarnya seh tergantung tempat pekerjaan, karna saya bekerja di dunia kampus ya fasilitasnya standar ala dunia kampus.

  • Jarang pulang ya..

Wah itu pasti, namanya juga kerja di tempat jauh, apalagi di negara orang.

  • Kelihatannya ni orang udah gak cinta sama tanah air

Hehehe…pertanyaan yang sinis, belum tentu semua orang yang memilih bekerja di luar negeri itu tidak cinta tanah air.  Saya percaya bahwa orang-orang Indonesia yang bekerja di luar adalah orang-orang yang memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi, karena mereka juga mempromosikan potensi Indonesia di negara yang mereka singgahi. Permasalahan kenapa mereka tidak mau bekerja di Indonesia, kemungkinan besar mereka tidak menemukan jenis pekerjaan yang sesuai dengan bidang keilmuan mereka, selain tentunya alasan utama yang lain adalah masalah besarnya penghasilan yang diterima.

19 Balasan ke Akhirnya jadi Ekspatriat

  1. bank_al mengatakan:

    Mantaaaaab…. Congratulation ya Ery.
    Ke mana aja nih? ditanyain temen2 di milis kampung-UGM tuh.

  2. sulastama mengatakan:

    kapan makan2e Er? syukuran dong….
    Congrat!!

  3. Yuyun mengatakan:

    congrats!
    do the best,work with all your heart😉

  4. akif mengatakan:

    selamat ry, mau kerja dimana aja nggak papa, yang penting berguna bagi orang lain

  5. Pasus mengatakan:

    weiiszz…slmt yaaa…🙂
    akhirnya akhirnya kembali lagi kesana hehe…

  6. Ery Wijaya mengatakan:

    @Bank Al: makasih bank, iya neh jarang muncul karna kemaren bertapa cari wangsit hehe
    @Pak Marsudi: Alhamdulillah, kapan maen ke sini Pak?
    @Mas Tomo: Mampir ke Bangkok mas, mengko tak traktir hehe
    @Yuyun: Thanks ya
    @Akif: Bener banget kif, sukses ya studinya di Bandung
    @Pasus: hehe akhirnya….jalan rejeki sudah ada yang ngatur

  7. Nilna mengatakan:

    alhamdulillah…akhirnya🙂
    Barokalloh mas..setelah mungkin mengalami pergulatan batin. hehe..🙂

  8. Nilna mengatakan:

    Alhamdulillah🙂
    akhirnya sampai disana lagi setelah mengalami pergulatan batin.. Hehe..
    Barokalloh ya mas, semoga manfaat🙂

  9. Atiq mengatakan:

    Congratulation…Turut bahagia…

  10. wulan mengatakan:

    selamat yah mas ery😉
    sukses slalu.. jaga kesehatan😉
    mas, aku mohon do’a restunya ikut psikotes Pertamina😉

  11. lulus mengatakan:

    alhamdulillah err

  12. lulus mengatakan:

    aku gurumu melu seneng……

  13. rental mobil mengatakan:

    sukses selalu dalam merantau di negeri seberang…..

  14. […] NB: untuk informasi dan donwload paper jurnal tersebut silakan klik di blog Muhammad Ery Wijaya dan sekedar informasi bahwa saat ini Ery menjadi seorang espatriat.. hehehehe… silakan membaca di sini […]

  15. ilmiyatul mengatakan:

    wah… selamat ya eri….
    tinggal undangannya ditunggu neh….
    JiaYooooo…😀

  16. iwan budi s.st mengatakan:

    alhamdulilah,,,,pecicilan mu ahire membawa berkah

  17. Lusy mengatakan:

    Saya setuju dengan point terakhir; orang Indonesia yg tinggal dan bekerja di luar negeri seperti saya bukan berarti tidak mencintai tanah air. Tapi karna situasi dan kondisi; seperti mendapat tawaran bekerja bahkan tanpa harus berusaha mencari, atau masih banyak alasan2 lain.
    Sukses!

  18. Diana Putri mengatakan:

    Artikelnya sangat inspiratif, terimakasih sudah share.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: