Mendamba Cerita Novel dan Film Anak Muda Islami Yang Inspiratif di Negara Minoritas

Kehadiran film atau novel yang bercerita tentang anak muda islami yang inspiratif semacam Ayat-ayat Cinta, Perempuan Bekalung Sorban, dan Ketika Cinta Bertasbih 1&2 memang sangat menarik di tengah euforia serbuan film-film barat yang lebih memperlihatkan gaya hidup west-style yang bebas dan sangat liberal. Namun, mayoritas film dan novel islami tersebut bercerita tentang kehidupan anak-anak muda di negara yang di mana islam menjadi agama mayoritas dipeluk oleh warga negara itu. Ambillah contoh misalnya film/novel Ayat-ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih 1 yang lebih mengambil latar cerita kehidupan mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu agama di Universitas Al Azhar, Mesir, atau bahkan cerita film/novel Perempuan Berkalung Sorban yang menuai banyak kontroversi tersebut mengambil latar di sebuah pesantren di Jawa Timur, pun demikian dengan film/novel Ketika Cinta Bertasbih 2 yang hampir senada mengambil latar di pesantren daerah Surakarta, Jawa Tengah.

Mungkin akan menjadi berbeda jikalau ada film/novel anak muda yg islami dan inspiratif namun terjadi di negara yang di mana agama Islam menjadi minoritas atau bahkan dicap sebagai agama teroris. Saya membayangkan cerita film/novel tersebut sebagai berikut:

Seorang pemuda yang mempunyai dasar keislaman yang kuat  dan kecerdasan yang tinggi kemudian memutuskan untuk menekuni bidang keilmuan Nanotechnology, dia terinspirasi akan kejayaan ilmuwan Islam di jaman para Khalifah. Kemudian pemuda itu berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan lajut di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat. Selama menempuh studi di negara adidaya itu dia senantiasa menjalankan ibadahnya dan menjaga ruhiyahnya. Terkadang dia menjalankan shalatnya di pojok perpustakaan, atau bahkan di pojok laboratorium tempat dia melakukan riset. Tak selamanya dia mulus bisa menjalankan ibadahnya, terkadang dia dianggap mahasiswa aneh ketika menjalankan shalat di pojok perpustakaan, bahkan terkadang dilarang melakukan shalat di dalam gedung perpustakaan oleh pustakawan di sana.

Tak segan baginya untuk membuka identitasnya sebagai seorang muslim di hadapan teman-temannya sesama mahasiswa, bahkan di hadapan Supervisor risetnya dia mengaku sebagai seorang pemeluk agama Islam. Namun karena tingkah lakunya yang santun, menyenangkan bagi orang lain dan juga kecerdasannya yang diakui oleh koleganya, membuat dia tidak pernah terkucilkan selama berada di sana dan bahkan membuat orang lain sadar bahwa Islam adalah agama yang penuh kesantunan, sehingga menghapus image Islam sebagai agama teroris.

Kesuksesannya dalam menjaga agamanya juga diikuti dengan kesuksesannya dalam studi, penelitiannya dalam bidang nanotechnology telah menghasilkan berbagai paper jurnal internasional dan meraih berbagai penghargaan sebagai best research…..

Kira-kira begitulah cerita inspiratif yang saya harapkan akan muncul dari tangan-tangan penulis Indonesia, sayangnya saya bukan seorang penulis atau yang punya bakat menulis novel hehe…jadinya cuman bisa membayangkan dan mengharapkan. Saya pikir film/novel seperti itu akan membangkitkan antusias pemuda dan pemudi Indonesia agar bersemangat dalam mempelajari science dan technology untuk mengejar ketertinggalan negara kita dengan negara tetangga. Selain itu untuk selalu meletakkan dasar-dasar keislaman kita di manapun dan jalan hidup apapun yang akan kita tempuh.

2 Balasan ke Mendamba Cerita Novel dan Film Anak Muda Islami Yang Inspiratif di Negara Minoritas

  1. nuke mengatakan:

    good..good..

  2. N0ey mengatakan:

    Agree

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: