Plagiarisme dan Solusi Pencegahannya

Plagiarisme atau dalam bahasa awam adalah pekerjaan menjiplak atau menyadur suatu karya ilmiah dan menjadikannya seolah-olah sebagai suatu hasil karyanya sendiri, tentu saja dengan tanpa menyebut si empunya yang asli. Kasus ini bukanlah hal yang baru di Indonesia, mulai dari hal yang kecil seperti plagiarisme tugas kuliah, penjualan skripsi-skripsi mahasiswa, hingga kasus besar yang melibatkan para menteri (sebut saja polemik disertasi Yahya Muhaimin di MIT, beliau adalah menteri pendidikan era presiden Megawati dan guru besar UGM), kasus plagiarisme di koran Jakarta Post yang dilakukan oleh Prof. Agung Banyu Perwita (guru besar Universitas Parahyangan), dan yang terkini adalah kasus plagiarisme yang dilakukan oleh Dr. Zuliansyah dari ITB.

Ada banyak alasan kenapa mahasiswa dan akademisi/ilmuwan harus membuat karya ilmiah; bagi para akademisi/ilmuwan membuat dan menerbitkan karya ilmiah adalah salah satu tuntutan untuk bisa meraih credit point setinggi dan secepat mungkin agar karier akademisinya bisa naik, selain itu  karya ilmiah adalah salah satu jalan utama untuk mempublikasikan hasil penelitiannya; bagi para mahasiswa membuat dan menerbitkan karya ilmiah adalah bagian dari tuntutan/syarat untuk bisa lulus dan mendapatkan degree yang diinginkan. Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan juga menjadi salah satu indikator kemajuan ilmu pengetahuan dan SDM di suatu negara. Di tahun 2004, menurut laporan UNESCO, jumlah publikasi ilmiah Indonesia hanya sekitar 0.012% dari total publikasi ilmiah yang ada, jumlah ini setara dengan 522 buah karya ilmiah. Masih sangat jauh jika dibandingkan dengan publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh negara-negara tetangga seperti Singapura (5781), Thailand (2397) dan Malaysia (1438).

Saya yakin ada banyak latar belakang alasan orang-orang melakukan tindakan plagiarisme. Namun seperti kata bang Napi “kejahatan itu bukan karna semata-mata niat dari si pelaku, tapi karena adanya kesempatan“. Menengok pada sebagian besar kasus, plagiarisme terjadi karena keteledoran Sang pembimbing. Fungsi pembimbing selain melakukan bimbingan terhadap penelitian yang sedang dilakukan oleh mahasiswanya adalah sebagai pengawas (supervisor). Terkadang fungsi ini acapkali dikesampingkan, banyak pembimbing yang over percaya kepada mahasiswa bimbingannya, tidak pernah meneliti progress kemajuan mahasiswanya dan hanya ingin melihat hasil jadi  tanpa mau tau lebih banyak pada tahapan proses, atau bahkan terlalu banyak mahasiswa yang di bawah bimbingannya sehingga dia tidak punya cukup waktu untuk mengecek secara detail pekerjaan mahasiswanya. Hal demikian yang sering kali menjadi sebuah “kesempatan” untuk melakukan plagiarisme, meski pada awalnya si mahasiswa tidak pernah punya “niat“. Alhasil, pembimbing yang semestinya menjadi first filter malah terkesan membantu memuluskan praktek plagiarisme di dunia akademis.  Kemajuan dunia internet juga memiliki sisi negatif dan positif terhadap tindakan plagiarisme; sisi negatifnya adalah kesempatan melakukan plagiarisme akan semakin mudah dengan adanya akses terhadap jutaan artikel ilmiah, sedangkan sisi positifnya adalah internet mampu menjadi jembatan untuk mengecek apakah artikel yang kita miliki sama atau berbeda dengan artikel yang telah orang lain publikasikan. Bagaimanapun plagiarisme adalah tindakan yang sangat dikutuk dalam dunia ilmiah, oleh karenanya si pelaku akan mendapatkan hukuman yang berat dalam forum-forum ilmiah.

Ada berbagai macam cara mencegah praktek plagiarisme di tanah air, diantaranya sebagai berikut:

  1. Menumbuhkan intergritas pada diri mahasiswa, sehingga senantiasa bisa menjaga dan membantengi diri dari perbuatan copy-paste tanpa menyebutkan sumber asal.
  2. Meningkatkan fungsi dan peranan pembimbing penelitian, karena bagaimanapun hasil penelitian dari mahasiswanya adalah merupakan pertaruhan karir dari si pembimbing.
  3. Menggunakan software anti plagiarisme.

Kali ini bahasan saya akan lebih jauh pada point yang ketiga, yakni software anti plagiarisme; karena merupakan senjata terakhir yang terbukti efektif mencegah terjadinya plagiarisme. Ada berbagai produk yang ditawarkan dan diakui sebagai software yang mampu mendeteksi plagiarisme dalam karya ilmiah, salah satunya yang terkenal adalah TURNITIN. Software made in Amerika ini banyak digunakan oleh berbagai kampus terkemuka di dunia, dan salah satunya adalah tempat saya bekerja Asian Institute of Technology. Harga software ini memang sangat mahal, sehingga tidak banyak kampus yang mampu membelinya, saya dengar harga lisensinya mencapai 400 juta rupiah untuk multi-account. Cara kerja software ini adalah dengan menggunakan database online yang dimilikinya, jumlahnya ratusan ribu hingga jutaan data karya ilmiah dari berbagai penjuru dunia, dalam beberapa jam kemudian file karya ilmiah yang kita submit akan mendapatkan hasil seberapa tingkat kemiripannya dengan karya ilmiah yang lain. Memang software ini mempunyai keberhasilan yang tinggi jika artikel yang kita masukkan menggunakan bahasa Inggris dan mempunyai kelemahan jika artikel yang akan kita cek menggunakan bahasa non-english.

Tampilan software TURNITIN

Saya yakin kampus-kampus di Indonesia sekelas UGM, UI dan ITB belum mampu jika mesti berlangganan TURNITIN, karena harganya yang sangat mahal, selain karena fungsinya yang belum maksimal dikarenan kebanyakan artikel ilmiah/thesis peneliti kita  masih berbahasa Indonesia. Kalau AIT memang secara finansial mampu untuk berlangganan software tersebut karena school dan tuition fee di sini setiap semester sebesar 6000 USD/mahasiswa (banding dengan biaya persemester mahasiswa master dan doktor di Indonesia di range <1500 USD), selain itu memang AIT completely menggunakan bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar maupun riset. Bagi anda peneliti/akademisi/mahasiswa Indonesia jangan kawatir, karena ternyata ada juga yang berbaik hati membuat software antiplagiarisme yang gratis, ya namanya adalah VIPER.

Tampilan software VIPER

Software ini benar-benar gratis, anda yang ingin menggunakan software ini hanya memerlukan dua syarat: 1) Mendownload, menginstall dan register di website Viper, 2) Selama menggunakan software ini anda harus terhubung dengan internet, karena Viper memerlukan koneksi dengan database yang tersimpan di dalam server. Viper diklaim memiliki database sebanyak 10 miliar sumber yang siap untuk dicross check dengan artikel anda. Proses penggunaan Viper tergolong sangat sederhana sekali, kita hanya perlu memasukkan artikel kita, kemudian Viper akan mengkoneksikan diri dengan database server, beberapa menit kemudian Viper akan memberikan hasil (dalam persentase) seberapa miripkah artikel kita dengan artikel yang lain berikut dengan link artikel tersebut lengkap dengan menunjukkan kalimat-kalimat yang mempunyai kemiripan dengan artikel milik kita.

Namun, saya kira benar pepatah orang Jawa “ono rego, ono rupo“, tentunya hasil pengecekan menggunakan VIPER akan kalah detail dengan hasil pengecekan TURNITIN. Karena TURNITIN mampu menjangkau semua artikel jurnal-jurnal berbayar semacam IEEE dan Elsevier, sedangkan VIPER kemungkinan besar hanya bergantung pada Open Jurnal. Tapi tidak ada salahnya kita mencoba menggunakan VIPER untuk mengecek artikel kita/mahasiswa kita, setidaknya meringankan pekerjaan dan juga mencegah tindakan plagiarisme. Selebihnya software-software tersebut hanyalah tool, bagaimanapun tanggung jawab terhadap perbuatan plagiarisme ada di tangan si pelaku sendiri dan secara tidak langsung juga merupakan tanggung jawab sang pembimbing, oleh karenanya otak yang cerdas tanpa dibekali dengan integritas dan iman rasanya bagaikan sayur tanpa garam🙂.

13 Balasan ke Plagiarisme dan Solusi Pencegahannya

  1. TOTOK W. ABADI mengatakan:

    saya sependapat dengan Anda,bahwa untuk menumbuhkan atmosfir akademik yang kondunsif dan plagiarisme yang sedang marak, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara lainnya, adalah 1)meningkatkan integritas diri mahasiswa agar senantiasa menyebutkan setiap mengutip pendapat orang lain, 2) revitalisasi dan refungsionalisasi pembimbingan secara optimal kepada mahasiswa baik S1, S2,maupun S3. serta menggunakan senjata ampuh seperti yang Anda sarankan.

  2. Ery Wijaya mengatakan:

    Anda benar sekali Pak Totok, semoga pendidikan Indonesia semakin maju!!

  3. hadianirahmi mengatakan:

    nice posting Mas Ery..
    saya juga sedang menulis masalah plagiarisme ini untuk mata kuliah etika profesi saya,, semakin banyak membaca tulisan tentang plagiarisme,semakin khawatir saya terhadap mudahnya akses untuk melakukan plagiarisme yangs sering dianggap sebagai jalan mudah untuk mendapatkan ‘gelar’ atau hanya sekedar memenuhi tugas2 kuliah saja..

    best regards.
    hadianirahmi

  4. Melia Gunawan mengatakan:

    Saya sependapat dengan penulis.
    Dosen harus membatasi diri dalam hal jumlah pembimbingan. Judul/topik Tugas akhir harus dari dosen yang merupakan bagian dari road map penelitian dosen ybs, bukan mhs cari judul/topik sendiri.

  5. […] masalah praktik plagiarisme yang ada di kalangan mahasiswa seperti yang diungkapkan dalam https://erywijaya.wordpress.com/2010/04/16/plagiarisme-dan-solusi-pencegahannya/ diantaranya adalah sebagai […]

  6. […] masalah praktik plagiarisme yang ada di kalangan mahasiswa seperti yang diungkapkan dalam https://erywijaya.wordpress.com/2010/04/16/plagiarisme-dan-solusi-pencegahannya/ diantaranya adalah sebagai […]

  7. […] software yang dibuat khusus untuk mendeteksi tindakan plagiarisme dalam sebuah tulisan. Berdasarkan sumber yang saya baca, sebut saja software TURNITIN yang dibuat oleh Negara adikuasa Amerika […]

  8. […] masalah praktik plagiarisme yang ada di kalangan mahasiswa seperti yang diungkapkan dalam https://erywijaya.wordpress.com/2010/04/16/plagiarisme-dan-solusi-pencegahannya/ diantaranya adalah sebagai […]

  9. Yuyun mengatakan:

    terimakasih infonya.. Tp boleh saya minta saran pak, Saya sudah mencoba download Viper, tapi tidak bisa di install, selalu ada kotak dg NET framework missing. Kenapa ya pak ?
    TKS

  10. erywijaya mengatakan:

    @Yuyun. Wah saya kurang paham ya, mungkin bisa kontak ke developernya langsung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: