Surat Itu Datang Juga Akhirnya……

Kata orang, menanti itu adalah pekerjaan paling membosankan, dan saya pun mengakuinya. Semenjak menjelang kelulusan master, nafsu saya untuk untuk bisa meraih pendidikan lebih lanjut sangat bergejolak. Bebagai situs kampus di luar negeri saya singgahi, dan juga sudah puluhan bahkan hampir ratusan Professor sudah saya hubungi. Ada yang terbalas dan ada juga yang tidak ada balasan sama sekali. Mayoritas tidak ada balasan. Yang terbalas bahkan sering kali berhenti di tengah jalan, mungkin karena Professor tersebut tidak tertarik dengan bidang riset saya atau bahkan mungkin ada yang tidak tertarik dengan diri saya sendiri.

Cerita kegagalan saya yang terbaru adalah ketika aplikasi doctoral saya di Unversity of Hong Kong ditolak, gara-gara saya tidak bisa menyertakan ijasah dan transkrip saya. Problem ini terjadi karena sistem di Universitas Thailand hanya bisa mengeluarkan ijasah dan transkrip setahun sekali saat wisuda. Padahal saya sudah secara official telah melengkapi berkas-berkas kelulusan dari bulan Oktober 2009.  Hingga sekarang saya belum bisa menerima ijasah dan transkrip, karena menunggu wisuda di bulan September 2010 ini. University of Hong Kong tidak mau menerima surat keterangan lulus yang saya sampaikan. Karena mereka berpikir bahwa jarak antara lulus dan mendapatkan ijasah itu tidak akan lama sampai 1 tahun.

Ternyata benar, Allah tidak akan membiarkan hambaNya berlarut-larut dalam kekecewaan. Salah satu kakak kelas saya di JGSEE, Dr. Nuki Agya Utama, diterima untuk melanjutkan studi post-doctoral di Kyoto University. Beliaulah yang membantu saya membuka jalan untuk bisa melanjutkan studi ke Kyoto University. Lewat beliau pula saya jadi tau Professor siapa yang bekerja pada bidang yang saya minati.

Dr. Nuki memperkenalkan Professor-Professor di Kyoto University kepada saya pada setiap conference yang kebetulan diselenggarakan secara gabungan antara Kyoto University dengan sekolah saya dulu. Mulailah saya berkenalan dengan Professor Tetsuo Tezuka, beliau adalah kepala Lab Energy Economics di Graduate School of Energy Science karena bidang yang saya minati sama dengan apa yang sedang beliau kerjakan saat ini. Perkenalan selanjutnya saya lakukan via email setelah saya menyelesaikan studi master. Secara serius saya menyatakan kepada beliau bahwa saya tertarik untuk menjadi mahasiswanya, CV dan Research plan saya kirimkan sebagai bukti bahwa saya bersungguh-sungguh ingin berguru padanya.

Desember 2009, saya telah berada di tanah air untuk mudik dan sekalian ikut conference di UGM, dan secara kebetulan Prof. Tezuka juga mengikuti conference tersebut. Beliau ingin bertemu dengan saya untuk membahas research plan yang saya kirimkan ke beliau sebelumnya. Akhirnya pertemuan kami terlaksana juga, beliau mengkritik habis-habisan research plan yang saya ajukan (sedih rasanya waktu itu :(). Beliau bilang bahwa rencana riset saya memang tidak ada yang salah, tapi tidak cukup untuk menjadi seorang doktor di tempatnya (huaaahhh…makin ancur2an perasaan saya :(). Beliau melanjutkan bahwa untuk menjadi seorang doktor harus mempunyai impian yang besar untuk berkontribusi bagi kehidupan manusia. Lalu beliau memberikan saya gambaran bagaimana bermimpi menjadi seorang doktor. Di ujung percakapan kami, beliau bilang, klo masih ingin menjadi mahasiswanya, saya harus bisa memperbaiki proposal itu secepatnya dengan menambahkan mimpi besar yang saya miliki di dalamnya.

Sepulang dari UGM, saya berusaha merenungkan apa yang Prof. Tezuka sampaikan, dan berusaha keras menggali kembali materi yang ingin saya teliti. Akhirnya selama 2 minggu saya berkutit dengan proposal tersebut dan paper-paper yang menjadi referensi saya. Alhamdulillah selesai juga, dan saya kirimkan ke Prof. Tezuka kembali. Ternyata beliau menanggapinya dengan baik, beliau begitu selesai membaca research plan yang baru langsung meminta saya untuk mendaftar beasiswa Monbukagakusho U to U di tempatnya, mengisi form aplikasinya dan mengembalikan padanya.  Saya kaget sekali setelah membaca petunjuk pendaftaran. Ternyata hanya tersisa 2 minggu untuk melengkapi semua berkas-berkas yang dibutuhkan. Semuanya serba mendadak, surat rekomendasi terpaksa beberapa harus memakai yang lama, dan check kesehatanpun tidak saya lakukan di rumah sakit, tapi hanya di Puskesmas (hehehe….untung dokternya bisa dimintai bantuan).

Dokumen terlengkapi, saya mengalami kesulitan dalam mengirimkannya, duit di dompet pas-pasan, dan sepertinya tidak cukup untuk mengirimkan via DHL atau layanan pos premium lainnya, terpaksa saya akhirnya kirim dengan menggunakan EMS di kantor pos, padahal tinggal 4 hari lagi deadline penerimaan dokumennya. Dasar memang EMS, benar-benar tidak bisa diharapkan, sampai deadline tiba dokumen saya tidak kunjung sampai juga di Kyoto. Prof. Tezuka sepertinya uring-uringan dengan dokumen saya, akhirnya beliau meminta Dr. Nuki menelpon saya, meminta dokumen yang ada dikirim via email saja ke Prof. Tezuka karena beliau menunggunya. Saya bergegas ke warnet, mengirimkan dokumen-dokumen yang sama seperti yang saya kirimkan via EMS, namun ini dalam bentuk digital ke email Prof. Tezuka. Akhirnya Prof. Tezuka membalas email saya, namun beliau masih menunggu versi hard copy bisa sampai.

Tujuh hari setelah pengiriman, dokumen saya akhirnya sampai juga di Kyoto, itu setelah nyasar ke kantor rektorat Kyoto University, karena ternyata saya kurang lengkap menuliskan alamatnya. Bagian administrasi Graduate School of Energy Science mengirimkan email acknowledgment pada saya, dan begitu juga Prof. Tezuka memberikan kabar bahwa dokumennya sudah sampai. Lega rasanya, alhamdulillah, tinggal menunggu proses seleksi saja.

Februari 2010 akhir, Prof. Tezuka mengabarkan bahwa saya lolos seleksi tahap pertama, dan beliau menambahkan bahwa saya memiliki kesempatan besar untuk terpilih sampai seleksi akhir. Kemudian beliau meminta saya untuk memberikan informasi di mana saya akan mengambil visa dan juga bandara mana yang akan saya gunakan untuk berangkat ke Jepang. Hemm sedikit lega rasanya membalas email beliau.

Setelah Februari berlalu, Maret, April, Mei dan Juni pun juga ikut berlalu, tak ada kabar pasti kapan beasiswa saya diumumkan. Saya benar-benar stress menunggu kepastian untuk bisa melanjutkan studi lagi, meskipun sehari-hari saya telah punya kesibukan sebagai Lab. Supervisor di AIT. Tak ada email yang kunjung datang, saya masih berusaha untuk kembali memulai dari nol, mengontak Profesor-profesor di berbagai penjuru dunia, berharap ada yang tertarik dengan saya😀.

Tanggal 6 Juli, 2010. Dari Yahoo Messenger(YM) muncul notifikasi ada email masuk dari Dr. Nuki, saya langsung penasaran membuka email tersebut, berjudul “You passed final selection of IDP” dan kata pengantar dari Pak Nuki “Selamat Ery, In case kalau email jgsee-mu ga aktif“. Saya lihat attachment pesan di bawahnya..woww…Allahuakbar!! ternyata itu forwardan email dari Prof. Tezuka yang memberitahukan bahwa saya terpilih untuk menerima beasiswa Monbukagakusho di International Doctoral Program (IDP) in Graduate School of Energy Science, Kyoto University. Langsung saya buka email JGSEE saya, benar!! Prof. Tezuka kirim email itu seperti berikut bunyinya:

Woww…badan saya bergetar membacanya…saya langsung menelpon Ibu di rumah memberitahukan kabar gembira ini,  karena beliau yang selalu menanyakan perkembangan aplikasi sekolah lanjut saya.  Tak terasa saya begitu bersemangat sampai terharu menyampaikannya pada Ibu. Akhirnya perjuangan saya terjawab sudah, terimakasih ya Allah, Kau berikan kenikmatan yang tiada terkira padaku…Kau kabulkan doa-doa dan harapanku..

Saya pernah berjanji pada sahabat saya di sini, Rahardi untuk mensharing cerita perjuangan saya berburu beasiswa di blog tercinta ini. Dulu dia bertanya, “Kang, mbok yo pengalaman berburu beasiswane ditulis terus dipublish neng blog, ben akeh seng moco tur manfaati kanggo liyane seng pengen golek beasiswa“. Saya waktu itu menjawab “halah, wong pengalamanku kuwi lagi sithik, cuman lagi oleh beasiswa neng Thailand, kayake durung pantes nek tak tulis, soale akeh blog-blog liyane seng peraih beasiswa Eropa, Jepang n US seng podo nulis. Mengko wae nek aku insya Allah ketrimo beasiswa S3 neng Jepang, tak share neng blogku“. Akhirnya, saya harus benar-benar memenuhi janji saya. Insya Allah saya akan mencoba menuliskan perjuangan saya dalam mencari beasiswa studi lanjut dari mulai S2 hingga S3 di blog ini. Pembaca akan bisa mencarinya di kategori Beasiswa. Semoga kelak bermanfaat dan menginspirasi pemuda-pemuda Indonesia yang lain untuk melanjutkan studinya.

in
Graduate School of Energy Science, Kyoto Univ.

31 Balasan ke Surat Itu Datang Juga Akhirnya……

  1. Sunu Wibirama mengatakan:

    Selamat bos! Doakan pula kami, para scholarship hunter lainnya🙂

  2. ina_na mengatakan:

    Selamat ery🙂

  3. achmad basuki mengatakan:

    Wah… sekali lagi selamat mas Ery,…..mumpung masih banyak kesempatan…….semoga sukses….dan dapat bagi-bagi pengalaman…..rasanya memang seperti mendapatkan bertetes-tetes embun……

  4. Ery Wijaya mengatakan:

    @Sunu: Makasih ya bos, insya Allah saling mendoakan, semoga sama2 diberikan kesuksesan🙂
    @Ina: makasih ya Ina
    @Pak Achmad Basuki: Insya Allah Pak saya akan berbagi pengalaman saya yg masih sedikit ini, semoga bisa memberi manfaat

  5. poc mengatakan:

    Selamat ya🙂 smoga sukses

  6. ary widi mengatakan:

    selamat le,

    kapan aku nusul neng doktoral yo????, wes kesalip ki……., cukup master ae kayake wekekkekkkke…..

    wes ditunggu and ditakonke nayo terus om ei……, pengen baju gajah jarene he…..he…..

    sukses yo

  7. Ery Wijaya mengatakan:

    @Pacuz: Makasih🙂 masih up to date juga😀
    @Kang Mas: Piye?wekekekek kesalip yo :p Yo mengko insya Allah Nayo tak golekke anak gajah😀 Insya Allah aku muleh seminggu sebelum lebaran. Di jemput yo

  8. jun hendra hutabarat mengatakan:

    Selamat yah…wah aku jadi ingat ry, dgn pengalamanku pas apply beasiswa yg sama yaitu Monbukagakusho U to U, waktu itu gagal pas di final stage…:((
    Prof nya malah udah sangat antusias, rekom dari Hokkaido Univ waktu itu jadi sia-sia…tapi bersyukur dah bisa Master di Taiwan…untuk S3 masih dalam angan-angan…hehehe

  9. rahardiy mengatakan:

    ahahaha, akhirnya ditulis juga milestone-nya,.
    Selamat kang yo, sukses untuk nanti di Jepang. Apdet terus blognya😀

  10. ririn mengatakan:

    SELAMAT!! Menginspirasi kami

  11. eko sutrisno hp mengatakan:

    Waktu membaca judul cerita ini di milis, aku tidak begitu tertarik dan karena ebrsamaan dengan masuknya 5 GB isi dari berbagai milis ke ponselku, maka sebagian besar imil jadi tidak sempat kubaca.

    Aku hanya berhenti pada imil khusus yang judulnya menarik.

    Setelah sukses mengatasi kendala imil di ponsel, maka aku mulai membaca balasan dari imil berjudul “surat itu….”

    Wah ternyata isinya sangat menarik, jadi aku langsung saja meluncur ke TKP.

    Aku patut memberi apresiasi pada mas Ery langsung di TKP.

    Salut ya mas.

    Salam Sehati.

  12. zinsari mengatakan:

    saya baca cerita ini karena ada share dari fb Katgama…
    suatu perjuangan yang membuahkan hasil
    semoga kesempatan yg datang tidak disia-siakan…
    tunjukkan bahwa Ery memang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan baik bagi UGM, Indonesia, bahkan dunia internasional sekalipun…
    Goodluck

  13. makiki mengatakan:

    selamat ya mas… semoga saya bisa mengikuti jejak anda. thx

  14. rahma mengatakan:

    alhamdulillah..4JJ selalu bserta orang2 yg sabar….smoga ilmu yg di tuntut sampe ke negeri sakura bisa membawa kemaslahatan bagi umat manusia…suyukur alhamdulillah klo nanti sekiranya sekembali dari sana bisa di aplikasikan di indonesia walopun itu susah untuk mengadaptasinya kayanya…😉 …tetep istiqomah…bismillah…

  15. Drg ezwandra Msc mengatakan:

    Selamat friend,. Perjuangan anda benar2 menjadi ispirasi dan motivator buat aku, perjuangan ternyata butuh kesabaran,. Namun semua itu tak lepas dari campur tangan Allah.., sukses ya friend.. Negara ini membutuh kan orang2 seperti anda, yg mengabungkan IPTEK & IMTAQ..

  16. drh. Banter Wahyudi mengatakan:

    selamat…selamat..selamat memulai perjuangan, smoga bisa memperoleh impian,manfaatkan kesempatan yg ada untuk menjadi yg terbaik,terus berjuang,,,maju terus pantang mundur..

  17. hevi.fauzan mengatakan:

    Wah selamat mas, bisa melanjutkan pendidikan yang mas inginkan.
    Saya jadi teringat pengalaman saya, ketika 2 kali lulus test s2 tapi gak diambil karena gk ada biaya🙂

  18. febri mengatakan:

    selamat ya mas… semoga saya dapat menceritakan kisah sperti suatu saat nanti… semoga dapat bertemu di kyoto

  19. Tasa mengatakan:

    nice story, selamat berjuang dan come back here.. untuk memajukan pendidikan di indonesia..

  20. erywijaya mengatakan:

    @All: terima kasih semuanya, mohon doanya
    @Makiki: Selamat berjuang!😀
    @Fauzan: bisa dicoba lagi mas, daftar beasiswanya🙂
    @Febri: amien, sampai ketemu di Kyoto nanti😀

  21. Nuki mengatakan:

    Selama ada kegigihan dan keyakinan pasti ada jalan.
    Jalan yang benar datang dari doa orang tua dan dirimu.

    Selamat datang di Kyoto Ry.

  22. Ery Wijaya mengatakan:

    Pak Nuki, terima kasih banyak atas bantuannya2nya yg sudah dan yg belum🙂

    Sampai jumpa di Kyoto🙂

  23. […] saya harus melalui berbagai proses informal seperti yang telah saya ceritakan di tulisan saya sebelumnya. Pada intinya, di Monbukagakusho U to U ini proses seleksi utama ada di pihak Universitas di […]

  24. Sama Yothasmutr mengatakan:

    Wow! I read this long story for twice time. It’s very exciting and full of encouragement!

    Notice that Allah let you waited and gave you the best^_^ Alhamdulilla!
    God bless you and good luck for your future! Congratulations!

  25. koeshariatmo mengatakan:

    hmm..terharu saya membacanya…ingin sekali rasanya melanjutkan pendidikan untuk ikut membangun indonesia ini. Kadang kala halangan yg saya alami datang dari arah yg tidak diduga…hmmm saya rindu masa2 belajar di kampus…

    BTW SELAMAT ATAS KEBERHASILANNYA…mudah2an menjadikan saya semangat lagi mengejar pendidikan khususnya yg gratisss..seperti masa lalu..hehehe

  26. erywijaya mengatakan:

    @Sama: Thanks for reading🙂
    @Mas Koeshariatmo: Makasih mas, sukses juga mas!

  27. FiyaFiya mengatakan:

    AsSalamu’alaikum
    Visiting a blog of a sUPER Person. ^^
    Salam kenal ya mas..
    Ceritanya menginspirasi..

  28. citra mengatakan:

    slmt ya mas.gak cape2 na aq baca blog mas ery.all inspiring me..cukup membangkitkan jiwa mudaku.;p sukses ya mas, moga semua lancar.amin..barokalloh

  29. Fitria Ariyani mengatakan:

    subhanallah luar biasa mantabs banget yah, saya juga sedang mencari program master untuk melanjutkan kuliah di s2 kebidanan luar negeri. sangat tertarik sekali saat mendengat universitas kyoto ni. saya searching d mbah google merupakan universitas terbaik di jepang dan salah satu universitas terbaik di dunia. boleh nanya gg mas? apakah di sana ada fakultas s2 kebidanan?

  30. erywijaya mengatakan:

    Halo mbak Fitri, salam kenal..ahh saya kurang tau soal kebidanan di Kyoto University. Mungkin bisa dicek lansung di webnya Medical School

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: