Menjadi Scholarship Hunter

Melanjutkan sekolah ke luar negeri dengan gratis, kenapa tidak? Ada ratusan dan bahkan ribuan lembaga pemberi beasiswa baik dari pemerintah Indonesia atau asing, perusahaan BUMN ataupun swasta, lembaga non profit (AusAID, USAID, atau Ford Foundation), atau bahkan dari Universitas yang bersangkutan. Setiap tahun ada ribu beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi ditawarkan kepada publik, baik itu beasiswa untuk studi S1, S2, maupun S3. Namun tentu saja persaingan dalam meraih beasiswa bukanlah hal yang perlu dikesampingkan. Ada puluhan ribu hingga ratusan ribu pelamar beasiswa bersaing setiap tahun untuk mendapatkan kesempatan emas tersebut. Untuk bisa  sukses meraih beasiswa yang diidamkan, ada beberapa tips dan trik yang perlu dipahami oleh para scholarship hunter.

Jenis Beasiswa

Pertama kali, para scholarship hunter harus mengenali berbagai macam beasiswa yang ditawarkan. Beasiswa dapat dikategorikan sebagai full scholarship dan partial scholarship. Full scholarship adalah beasiswa yang mengcover segala kebutuhan penerima beasiswa dalam menempuh studi, seperti: tiket pesawat PP dari bandara internasional tempat si penerima hingga ke bandara internasional terdekat dengan kampus tempat studi nantinya,  biaya akomodasi, living allowance, biaya study (tuition fee, school fee, etc.), hingga biaya riset dan publikasi ilmiah. Namun, tidak semua komponen tersebut selalu ditemukan dalam paket full scholarship. Sedangkan partial scholarship hanya biasanya mengcover biaya studi saja.

Mayoritas full scholarship yang ada hanyalah menawarkan living allowance dan biaya studi/riset, sedangkan biaya visa dan tiket PP ditanggung oleh penerima beasiswa. Beberapa beasiswa yang menawarkan full scholarship termasuk visa dan tiket PP adalah Fulbright dari pemerintah Amerika Serikat, Monbukagakusho dari pemerintah Jepang, ADS dari pemerintah Australia, DAAD dari pemerintah Jerman, Chevening dari pemerintah Inggris, StuNed dari pemerintah Belanda, dan BGF dari pemerintah Perancis. Mayoritas memang beasiswa dari pemerintah asing, namun sepertinya beasiswa Dikti, Depkominfo dan beasiswa dari perusahaan swasta besar seperti Total E&P, Panasonic dan Shell juga menawarkan hal yang sama. Sedangkan full scholarship yang tidak mengcover tiket PP dan visa biasanya adalah beasiswa yang berasal dari project atau dari Universitas yang bersangkutan langsung.

Saat ini, trend beasiswa yang banyak ditawarkan adalah jenis beasiswa project dan beasiswa langsung dari kampus, khususnya untuk beasiswa S2 dan S3. Info beasiswa ini dapat kita dapatkan langsung dari website universitas yang bersangkutan, atau untuk mudahnya bisa dicari melalui berbagai blog-blog beasiswa yang saat ini bertebaran di internet. Model beasiswa project banyak dipakai di universitas-universitas Eropa dan Amerika. Mekanismenya adalah mahasiswa yang menerima beasiswa ini diwajibkan melakukan riset sesuai dengan judul project yang telah ditentukan. Jadi ini semacam “lowongan pekerjaan” yang nantinya apabila pekerjaan itu telah selesai dikerjakan, kemudian diberikanlah degree sesuai yang ditawarkan dalam lowongan tersebut.

Menurut saya, peluang untuk mendapatkan beasiswa akan lebih besar apabila kita apply jenis beasiswa project atau langsung dari Universitas. Karena beasiswa biasanya ditujukan untuk applicant yang mempunyai spesifikasi khusus sesuai dengan lowongan project yang ada, jadi persaingan tentu akan lebih sedikit. Berbeda dengan beasiswa umum semacam Monbukagakusho atau DAAD yang memang ditujukan untuk semua kategori pelamar. Sehingga pesaing kita bukan hanya dari pelamar yang mempunyai background yang sama, namun juga dengan pelamar yang backgroundnya berbeda.

Persiapan Meraih Beasiswa

Setelah mengetahui berbagai jenis beasiswa, para scholarship hunter perlu melakukan persiapan untuk mendaftar berbagai beasiswa yang ingin dituju. Persiapan tersebut menyangkut akademik, bahasa dan non-akademik. Secara general, persyaratan untuk mendaftar beasiswa hampir sama, yakni: Ijasah atau surat keterangan lulus (bagi yang belum diwisuda), transkrip nilai, motivation letter, sertifikat English proficiency (TOEFL/TOEIC/ELTS), recommendation letter dan jika Anda ingin apply ke research degree (master by research atau doctoral degree), maka perlu menyertakan juga research plan dalam 3-5 halaman.

Secara alamiah, kemampuan akademik menjadi persyaratan utama dalam seleksi beasiswa. Applicant yang memiliki kemampuan akademik tinggi akan mempunyai kesempatan untuk mendapatkan beasiswa lebih cepat dan mudah dari pada applicant yang kemampuan akademiknya rendah. Katakanlah applicant yang lulus dengan IPK Cum laude tentunya akan lebih dipilih sebagai penerima beasiswa dari pada applicant yang IPKnya di bawah 3,5 atau bahkan di bawah 3. Sehingga bagi Anda yang berancang-ancang untuk nanti bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi melalui beasiswa, maka persiapkan IPK anda setinggi mungkin. Namun, bagi anda yang terlanjut IPKnya rendah jangan pernah putus asa mencari beasiswa, karena saya sudah membuktikannya😀, akan saya tulis pengalaman itu dalam artikel lain di blog ini.

Selain kemampuan akademik, kemampuan berbahasa Inggris yang baik mutlak diperlukan sebagai syarat untuk meraih beasiswa di luar negeri. Untuk beberapa Universitas di negara English-speaking, sertifikat TOEFL/TOEIC/ELTS yang asli (international-red) mutlak diperoleh dan dikirimkan oleh lembaga tes resmi ke Universitas yang bersangkutan, dan tidak boleh di kirim oleh si pelamar beasiswa. Inilah kendala bagi sebagian besar applicant asal Indonesia yang kemampuan berbahasa Inggris dan kemampuan koceknya rendah hehehe. Tes TOEFL/TOEIC/ELTS memerlukan biaya yang tinggi, sekali tes minimal 150 USD harus kita keluarkan. Score aman yang perlu Anda dapatkan untuk tingkat master adalah 550 (paper based) dan untuk tingkat PhD adalah 580 (paper based). Semakin tinggi score yang dimiliki maka akan semakin membuka peluang Anda untuk memperoleh beasiswa.

Untuk negara non-English-speaking, masih banyak yang mau menerima sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang institutional, diantaranya adalah Jepang, Jerman dan Belanda. Kita cukup melakukan tes TOEFL di beberapa lembaga bahasa Inggris yang diakui, seperti LIA, EF atau pusat bahasa di kampus, kemudian kita bisa menggunakan sertifikat hasilnya untuk keperluan pendaftaran beasiswa. Score yang diperlukan sama seperti yang  telah saya sebutkan tadi.

Yang tidak kalah penting adalah recommendation letter, yakni surat dari seseorang yang mengenal diri Anda baik secara pribadi, akademik ataupun secara professional dan dapat memberikan rekomendasi bahwa Anda adalah orang yang layak untuk mendapatkan beasiswa/diterima di Universitas tersebut. Bagi Anda yang bergerak dalam dunia akademis/fresh graduate, orang yang paling pantas dimintai recommendation letter adalah advisor penelitian/skripsi/thesis Anda, sedangkan bagi anda yang telah bekerja, maka pemimpin Anda adalah orang yang paling tepat dimintai surat tersebut.  Surat rekomendasi akan membantu penilaian si pemberi beasiswa terhadap kemampuan diri anda baik secara personal maupun secara akademis. Syarat lain seperti bagaimana cara membuat motivation letter dan research plan yang baik, akan saya tulis di edisi selanjutnya dalam blog ini.

8 Balasan ke Menjadi Scholarship Hunter

  1. tyo mengatakan:

    sangat membantu

  2. drh. Banter Wahyudi mengatakan:

    ok, ditunggu info selanjutnya..

  3. Pha mengatakan:

    thanks ka ^^

  4. Ery Wijaya mengatakan:

    @Tyo: semoga bermanfaat🙂
    @drh. Wahyudi: terima kasih sudah menyimak, semoga bermanfaat
    @Pha: I wish that it will useful for you to find the most suitable scholarship for your doctoral🙂

  5. kahana mengatakan:

    terimakasih atas informasi gratisnya ini akan bermanfaat buat diri saya keluarga dan sahabat terdekat saya.

  6. Ery Wijaya mengatakan:

    @Mbak Kahana: terima kasih sudah mampir, semoga bermanfaat infonya🙂

  7. libertus Darus mengatakan:

    Mohon info apakah beasiswa dikti untuk kuliah ke Luar Negri juga mengcover research fee?
    Terima kasih
    Libertus

  8. Lucky dc mengatakan:

    Pak bisa request?
    Bisa membahas scholarships-ausaid lebih dalam?
    Thanx pak😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: