Cara Mengontak Professor di Luar Negeri

Memiliki kesempatan untuk dapat melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana (postgraduate) mungkin merupakan dambaan kebanyakan mahasiswa S1. Terlebih bila biaya studi lanjutnya diperoleh dari beasiswa alias gratis. Postgraduate study sangat identik dengan penelitian, hampir separuh lebih dari waktu belajar di jenjang ini digunakan untuk melakukan penelitian thesis. Berbicara tentang penelitian (research), setiap calon mahasiswa pascasarjana  (prospective student) di luar negeri biasanya dipersyaratkan untuk menghubungi calon pembimbing (prospective supervisor) agar tema penelitian yang diajukan oleh calon mahasiswa bisa sinkron dengan keahlian supervisor. Selain itu, memiliki prospective supervisor juga merupakan salah satu syarat untuk memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dan sekaligus beasiswa untuk studinya nanti.

Oleh karenanya, mengetahui trik dan etika yang tepat cara mengontak Professor di luar negeri menjadi sangat penting. Namun sebelum berbicara lebih jauh tentang hal tersebut, prospective student perlu memahami cara untuk mendapatkan kontak seorang Professor, diantaranya adalah:

  1. Salah satu cara jitu untuk mendapatkan kontak seorang Professor adalah melalui perantara atau rekomendasi dari kolega/atasan/dosen pembimbing kita sebelumnya yang mempunyai hubungan dekat dengan sang Professor. Cara ini terbilang sangat sopan dan mempunyai kemungkinan yang besar untuk memperoleh respon dari Professor yang bersangkutan, karena sang Professor akan merasa nyaman bahwa orang yang memperkenalkan Anda adalah orang yang telah dia kenal dekat, artinya bahwa Anda sebagai orang yang diperkenalkan bukan merupakan orang sembarangan.
  2. Melalui pertemuan ilmiah semacam conference, workshop, dan symposium yang Anda ikuti. Pada pertemuan ilmiah inilah para Professor biasanya akan hadir baik sebagai narasumber (speaker) maupun sebagai pemakalah (presenter). Anda dapat memulai memperkenalkan diri kepada Professor yang papernya sesuai dengan minat penelitian Anda, kemudian bisa bertukar ide tentang bidang penelitian tersebut, dan pada akhirnya bertukar kartu nama.
  3. Melalui paper publikasi di berbagai jurnal. Dalam setiap paper yang kita baca pasti akan ada kontak person salah satu Author, biasanya jika Author pertama pada paper tersebut adalah mahasiswa, maka contact personnya bisa dipastikan adalah Professor dari Author pertama. Nah, Anda bisa memperoleh alamat email/kontak dari Professor pada paper yang sesuai dengan bidang minat Anda.
  4. Alternative yang lain dan paling mudah adalah dengan menggunakan search engine (google, yahoo, bing, etc.), lalu ketikkan nama universitas atau laboratorium dari bidang riset yang anda minati. Maka dengan mudah kita akan menuju langsung ke website Universitas atau Laboratorium yang sesuai dengan keyword kita. Kemudian carilah daftar Professor yang ada pada program tersebut, maka secara instant kita akan memperoleh nama sekaligus alamat emailnya.

Setelah kita memperoleh kontak email Professor yang kita harapkan menjadi prospective supervisor, maka kita perlu mempersiapkan cara menulis email perkenalan yang baik dan memenuhi etika, beberapa aspek yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Pertama kali kita harus memperkenalkan diri dengan baik, mulai dari memperkenalkan nama kita, hingga background pendidikan kita
  2. Terangkan latar belakang kenapa kita mengontak beliau (misal dari hasil baca paper, kenalan di conference, dll), dan kaitkan dengan riset yang Anda lakukan sebelumnya dengan riset yang sang Professor lakukan.
  3. Nyatakan bahwa kita tertarik untuk belajar dengan beliau, dan merasa bahwa beliau adalah orang yang tepat untuk membimbing penelitian kita.
  4. Jangan lupa untuk menyertakan dokumen pendukung yang perlu diattach dalam email perkenalan ini, diantaranya adalah Curriculum Vitae (CV) dan Research Plan.
  5. Bila Anda tau bahwa beliau akan memiliki agenda untuk datang pada suatu pertemuan ilmiah, maka tawarkan diri untuk bertemu dan melakukan diskusi seputar tema riset yang Anda ajukan.

Setelah Anda mengirimkan email tersebut, tunggu beberapa hari hingga ada respon. Jika hingga dua minggu tidak ada respon maka kita bisa mengirimkan ulang email tersebut. Namun jika tidak ada respon juga, maka Anda harus mempertimbangkan untuk mencari prospective supervisor yang lain. Contoh email perkenalan yang pernah saya buat dan saya kirim ke berbagai Professor bisa didownload pada link ini. Semoga tips ini bermanfaat, good luck!🙂

38 Balasan ke Cara Mengontak Professor di Luar Negeri

  1. classically mengatakan:

    wah hebat sekali. terima kasih atas infonya!🙂

    salam kenal,
    classically

  2. wiangga0409 mengatakan:

    mas ery, blog ini sangat bermanfaat..

    terimaksih sudah bersedia berbagi hal2 penting itu.

    jangan bosan ya mas.

    salam.

  3. Lucky dc mengatakan:

    Tulisan yang bagus…
    Terima Kasih atas informasinya.😉

  4. vega mengatakan:

    Thanks er… skrng aq lg mendekati prof di aussie…

  5. Ery Wijaya mengatakan:

    @Clasically: thanks, salam kenal juga
    @Mbak Wiangga: sama2 mbak🙂
    @Lucky: ya, makasih
    @Vega: wow…sukses ya buat korespondensinya🙂

  6. setyobudianto mengatakan:

    Terima kasih atas informasi yang sangat bermanfaat Pak Ery.

  7. Tania Flosia mengatakan:

    assalaamu’alaikum, terima kasih infonya, sangat bermanfaat.

    izin share ya..

    saya masih mahasiswa S1 di ITB🙂

  8. ziaul mengatakan:

    terima kasih atas contoh introductionnya. kapan2 saya akan tanya2 ke mas ery.

  9. sapatu dihakan mengatakan:

    Makasi sangat..buat sharingnya..Saya sudah berkali-kali coba kontak Prof tapi blm jg ada satu pun yang membalas. Apakah setiap mengkontak di awal selalu langsung menyertakan CV dan Research Plan atau pertama-tama hanya sekedar basa-basi dulu untuk memperkenalkan diri.

  10. Ery Wijaya mengatakan:

    @Sapatu: Sebaiknya begitu mas, sebagai tanda bahwa kita serius untuk belajar pada Professor tersebut, dan sudah siap dengan tema topik penelitian kita.

  11. […] Cara mengontak profesor di luar negeri […]

  12. fachre mengatakan:

    wah… manfaat banget nih mas… smoga Allah meberikan rahmat untuk mas krna sudah berbagi ilmu… mkasih ya mas.

  13. meL mengatakan:

    Thanks sharingnya.. Bermanfaat bgt utk kita2 yg berniat kuliah di luar negeri. Kebetulan sy jg lg cari info ttg ini. Dan cita-citanya sih, pingin lanjut ke Kyoto University.. Siapa tau mas ery bisa ngenalin sy dgn sensei di sana, hehee🙂

  14. erywijaya mengatakan:

    Hai Mel🙂

    Ditunggu kedatanganya di Kyodai🙂 amien. Bidang yg mau dicari apa ya?

  15. Mad Zaini mengatakan:

    rekan2 ada info u/ beasiswa S2 LN th 2012?

  16. erywijaya mengatakan:

    @Mad Zaini: Silahkan bergabung ke Milis Beasiswa http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/. Anda akan mendapatkan banyak informasi beasiswa S2 di Luar/Dalam negeri

  17. ubed sonai mengatakan:

    Terimkasi banyak mas..sangat membantu,mudah2n sllu sehat dan menebarkan ilmu2 yang bermanfaat,amiin

  18. Puteri K. Wardhani mengatakan:

    Terimakasih atas infonya, mas.. Benar-benar bermanfaat..🙂
    Saya sangat tertarik sekali untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 di Kyoto University di bidang teknik lingkungan, tapi mengalami kendala dalam menghubungi profesor yang ada disana..
    Kira-kira mas ery punya informasi mengenai profesor yang bisa saya hubungi?
    Atas bantuan dan informasinya saya ucapkan banyak terimakasih..🙂

  19. erywijaya mengatakan:

    @Puteri: Kira2 apa ya kendalanya kalau boleh tau? bidang apa yg ingin dipelajari di teknik lingkungan? mungkin bisa dicari kontak professor yg sesuai bidangnya di link ini https://www.env.t.kyoto-u.ac.jp/en/information/laboratory/index.html

  20. siti nur rohmah mengatakan:

    salam kenal…sy nunung alumni FK UGM 05. Pak ery bolehkah sy minta contoh format CV dan research plan yang pak ery punya? karena skrg sy sdg bingung menyusun CV dan research plan yg tepat. Sekiranya pak ery bs membantu sy. Bs minta tlg dikirim ke email sy di ukh_nu2ng@yahoo.com. Trimakasih.

  21. RIZKI AGUS NURSADI mengatakan:

    walaupun sya masih sma tapi saya sudah mempunyai gambaran mas ery wijaya terima kasih , mudahan bisa jadi penuntun saya jga🙂

  22. Harun Rasidi mengatakan:

    terima kasih atas infonya, ini sangat bermanfaat.

  23. Fendi Pradana mengatakan:

    Klu penelitian dn background s1 kita tidk linear dgn jurusn s2 yg kt inginkn bagemna?
    Mhon penjelsannya…

  24. erywijaya mengatakan:

    @Fendi Pradana: Boleh2 saja asal bisa membuat alasan yang kuat kenapa pindah jalur dari S1 ke S2. Selama itu bisa dijelaskan dengan baik saya kira tidak akan ada masalah.

  25. Muhammad Joe Sekigawa mengatakan:

    Alhamdulillah sangat membantu Mas.. Kebetulan tujuan S2 saya juga di Jepang🙂

  26. erywijaya mengatakan:

    @Muhammad Joe: alhamdulillah kalau membantu. good luck untuk pecarian beasiswa dan tempat studinya🙂

  27. ika mengatakan:

    infonya bagus sekali, wah terimakasih…
    kira-kira di kyoto University ada beasiswa untuk electrical engineering untuk S2 nggak ya?😀
    pingin menggapai mimpi nih..🙂

  28. erywijaya mengatakan:

    @Ika: terima kasih sudah mampir ke blog ini, untuk beasiswa dari pemerintah Jepang, semua program studi bisa mendaftar (silahkan lihat di sini infonya http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_rs.html). Namun, program S2 it lebih spesifik dr S1, jadi mgkin namanya bukan S2 electrical engineering, tapi lebih spesifik ke bidang yg akan ditekuni, misal: robotika, biomedical engineering, dll.

  29. ika mengatakan:

    wah terimakasih..
    senang sekali komentar saya dibalas..🙂
    kalau saya konsentrasinya ke power plant (electrical power engineering / arus kuat)..
    saya ingin sekali mendalami power plant tenaga nuklir di jepang, karena di Indonesia belum ada..🙂

  30. erywijaya mengatakan:

    Mungkin bisa ambil di nuclear department🙂

  31. rizka yulina mengatakan:

    Terima kasih atas infonya.. sangat membantu..🙂
    Research plan itu apakah harus sudah sedetail mungkin? Kira2 brp banyak halaman untuk research plan yg baik itu? Trims🙂

  32. erywijaya mengatakan:

    @Rizka: terima kasih sudah berkunjung, biasanya research tidak lebih dari 4 halaman🙂

  33. Rysmah mengatakan:

    gimana caranya meminta prof untuk merekomendasikan qt ke MEXT? apakah boleh qt langsung meminta untuk diberikan LoA?

  34. erywijaya mengatakan:

    @Rysmah: Biasanya tiap universitas punya jatah masing-masing untuk menerima jumlah mahasiswa yang akan diajukan ke MEXT via Beasiswa Monbukagakusho Univ. recommendation. Ada baiknya ditanyakan langsung ke Prof. yg bersangkutan tentang hal ini. LoA hanya bisa diperoleh kalau kita lulus ujian masuk universitas. Tapi surat penerimaan dari Lab bisa dikeluarkan oleh Prof. yg bersangkutan (bukan formal LoA dari Univ)

  35. uga mengatakan:

    trimakasih..tulisan ini sgt membantu bwt ‘scholarshiphunter’. salam knal mas🙂
    mau tanya nih mas ery, sy trtarik skali untuk lnjut d jepang..trutama kyoto university bidang rehabilitation science, sayangnya untuk contact email prof. bidang tsb dikasi link ke web yg bhs jepang..😦
    kira2 gmn caranya dpt kontak emailnya yaa?
    maaf kpanjangan mas..trimakasih..🙂

  36. iruma mengatakan:

    Waah.. nice info. Makasih sharingnya.
    Pingin tahu , kalau dari style bahasa untuk mengontak prof Eropa atau US gimana ya. Aku butuh sekali referensi^^

  37. erywijaya mengatakan:

    @Iruna: pada prinsipnya sama saja email perkenalan dengan Prof di manapun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: