Hal-hal Yang Lumrah Menjelang Lebaran

Indonesia, negara kita tercinta, nampaknya selalu membuat rakyatnya tidak bisa berbahagia setiap menjelang hari yang bahagia. Hari yang bahagia yang saya maksud adalah Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Diantara hari-hari itu yang paling parah adalah hari lebaran, karena mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam. Meski lebaran masih setengah bulan lagi, tapi berita di televisi, koran, radio dan internet hampir setiap hari selalu memberitakan tentang kenaikan harga hampir semua bidang baik barang maupun jasa yang tidak terkendali. Selain tentang harga barang dan jasa, terjadi juga kenaikan peristiwa perampokan dan kecelakaan.

Sembako

Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang terutama terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, daging, telur, dan sayur mayur selalu meroket menjelang hari-hari besar. Entah kenapa harga selalu naik, padahal sembako adalah kebutuhan wajar sehari-hari masyarakat. Jika kenaikan itu dalam kisaran yang wajar (<10%) saya rasa tidak akan terjadi gejolak yang berarti. Nah masalahnya kenaikan yang terjadi seringkali melebihi 100% dari harga barang di saat kondisi normal.

Beberapa analisa untuk menjelaskan hal tersebut diantaranya:

  1. Naiknya permintaan yang tidak disertai kesiapan pasokan, sehingga sesuai hukum dasar ekonomi, bila permintaan berlimpah sedangkan pasokan terbatas maka harga barang akan naik.
  2. Karakter masyarakat Indonesia yang mudah shock, jadi begitu menjelang hari-hari bahagia datang maka masyarakat ramai-ramai memborong sembako karena khawatir tidak mendapatkan barang.
  3. Karakter sebagian orang Indonesia yang gampang memancing di air keruh, kebanyakan hal ini dilakukan oleh para suplier/broker/makelar nakal dengan cara menahan pasokan barang ke pasar, kemudian terjadilah ketimpangan antara permintaan dengan pasokan yang tersedia, sehingga barang menjadi mahal. Nah ketika barang mahal lalu para suplier/broker/makelar nakal akan melepas kembali barangnya untuk memperoleh keuntungan yang berlipat.
  4. Bencana alam mendekati hari bahagia, banyak hasil panen yang hancur gara-gara banjir, sehingga menyebabkan tidak dapat dijual ke pasaran. Akibatnya pasokan di pasar menurun lalu memicu kenaikan harga.
  5. Management pengaturan pasokan barang yang buruk, tidak pernah mempersiapkan kemungkinan lonjakan permintaan.
  6. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan berdekatan dengan momen hari bahagia, misal kenaikan harga TDL dan BBM, secara otomatis akan memperngaruhi biaya pengangkutan dan mengubah margin keuntungan pedagang.

Pakaian

Berlebaran tanpa memakai baju baru bagi sebagian besar masyarakat kita terasa tidak afdol. Pasar pakaian, mall, dan butik dibanjiri pengunjung yang akan membeli baju baru. Diperparah lagi daya tarik diskon besar-besaran yang ditawarkan oleh penjual membuat para pengunjung rela berdesak-desakan, ratusan ribu hingga jutaan uang dengan mudah berganti tangan. Entah apakah harga barang itu benar-benar didiskon ataukah sudah dinaikkan sebelumnya kemudian diberi label diskon, hanya pedagang yang tau hehehe…

Tiket Kereta Api, Bus dan Pesawat

Mudik adalah tradisi yang tidak terpisahkan bagi orang Indonesia. Merayakan hari bahagia bersama sanak saudara di kampung halaman bagaikan nikmat yang tiada tara. Sebagai efeknya harga tiket angkutan akan diburu oleh jutaan orang yang tinggal di kota, terutama di ibu besar Jakarta. Besarnya kenaikan permintaan akan angkutan membuat para pengusaha menjadikannya momen yg sangat berharga, efeknya harga tiket juga turut naik, bisa hingga 100%, seperti terjadi di tiket pesawat. Meski pemerintah telah menetapkan tarif batas atas dan batas bawah, namun terkadang hal ini tidak berlaku lagi ketika tiket-tiket telah dikuasai oleh para calo.

Kecelakaan Lalu Lintas

Mudik terkadang dimaknai sebagai saatnya untuk menunjukkan kesuksesan hasil merantau di kota. Oleh karenanya kemudian banyak yang memaksakan diri untuk mudik menggunakan kendaraan pribadi, baik itu motor maupun mobil. Meski terkadang mudik menggunakan mobil pribadi lebih dimaksud agar memperoleh kenyamanan saat sampai di kampung halaman, karena membawa anggota keluarga yang terkadang merepotkan jika menggunakan angkutan umum. Selain itu, faktor susahnya mendapatkan tiket angkutan umum juga melatarbelakangi digunakannya kendaraan pribadi.

Perjalanan yang jauh, berjam-jam dan terkadang terjebak macet menjadikan pengemudi mudah merasa lelah, akibatnya banyak kejadian kecelakaan lalu lintas. Oleh karenanya, berhati-hati dalam mengemudi menjadi kunci utama keselamatan. Apabila letih dalam mengemudi beristirahatlah lalu lanjutkan perjalanan ketika tubuh telah kembali bugar.

Perampokan

Peristiwa perampokan dengan kekerasan hampir selalu muncul di tayangan berita menjelang hari bahagia. Baru-baru ini terjadi perampokan Toko Emas di Jakarta dan berbagai daerah di tanah air, begitu pula perampokan Bank yang terjadi hampir berurutan di berbagai daerah. Entah apakah mencari uang di Indonesia sekarang semakin susah, sehingga mengakibatkan orang begitu mudah menjalankan niat untuk melakukan kejahatan demi menguasai harta orang lain? Apakah karena harga barang dan jasa naik sehingga memaksa orang untuk berbuat jahat demi memenuhi kebutuhannya menjelang hari-hari bahagia? Entahlah, mungkin si perampok itu yang bisa menjawabnya😀

9 Balasan ke Hal-hal Yang Lumrah Menjelang Lebaran

  1. Hari Mulya mengatakan:

    wajar sih wajar, tapi semoga ‘budaya’ keceLakaan dan perampokan itu, makin lama makin punah…

  2. wawan mengatakan:

    maaf pak kenapa yg ditampilkan selalu hal2 yang negatif?
    apakah hal ini tidak menambah hal buruk di indonesia?

    kalaupun memang banyak negatif, hendaklah didampingi dengan hal positif, seperti: kebahagiaan saat berjumpa keluarga, bisa berbagi rejeki, dll…

    kalau cuma seperti ini ya saya kira kurang memberi informasi yang membantu….maaf kalo afgan…

  3. teguhsasmitosdp1 mengatakan:

    Kunjungan balik mas, terima kasih atas share nya

  4. teguhsasmitosdp1 mengatakan:

    Semoga tahun ini aman-aman saja lah, kasihan masyarakat kecil,..yang sudah susah-suah cari penghasilan buat lebaran setahun sekali. Kita doakan saja semoga masyarakat aman-aman saja. amin.

  5. sempulur mengatakan:

    Juga perlu mensiasati pengeluaran berlibih lho!

    Salam kenal dari komunitas keluarga miskin. Semoga sudi mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan selaras. Terima kasih

  6. Ery Wijaya mengatakan:

    @Hari Mulya:Amien

    @Wawan: itu realita yg ada, biar kita senantiasa tidak resisten dengan kelemahan diri sendiri. Klo soal kebahagian seh pasti, namanya juga hari bahagia😀

    @Kang Guru: Amien Pak untuk doanya

    @Sempulur: sudah saya kunjungi mas🙂

  7. Khuzaimah mengatakan:

    Assalamu’alaikum…
    Mugkin hal tsb memang lumrah.
    Tapi ada baiknya kalau kita mengambil nilai positif darinya.
    Apalagi di Bulan Ramadhan (Menjelang Lebaran), tidak ada salahnya kalau kita bisa berbagi rizki (yg lebih) kepada orang lain. Harga Sembako, Pakaian, Tiket yang naik menjelang labaran seharusnya sudah bisa kita antisipasi sebelum hari-H, hal ini menuntut kita untuk lebih cerdas mengatur keuangan & anggaran belanja di bulan sebelumnya, atau bisa juga kita mempersiapkan 2-3 bulan sebelumnya.
    Dengan demikian kita bisa lebih khusyuk beribadah di Bulan Ramadhan.
    Kalau tentang kecelakaan lalu lintas & perampokan sepertinya kita memang harus selalu waspada thd hal semacam ini, kapanpun & dimanapun.
    Ini hanya sekedar pandangan saya, Mohon maaf bila tidak berkenan.
    Wassalamu’alaikum….

  8. Lumrah tapi tidak lumrah, membagi rizki tidak harus dengan kenaikan segalanya, masak dengan alasan lebaran semua naik, dan semua bilang maklumlah kan mau lebaran, lha kalau gebitu kelebihan mana yang harus diberikan, lha wong jadinya malah tidak berkelebihan kok, ya aneh dong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: