Maaf Bos, Saya Mengundurkan Diri

Ketika kita dihadapkan pada dua pilihan yang sulit dalam melanjutkan masa depan, terkadang kita harus berpikir jernih dalam membuat keputusan. Saya melakukan hal yang sama hampir dua bulan lalu, ketika hasil akhir seleksi beasiswa Monbukagakusho U to U tahun 2010 menyatakan bahwa saya terpilih menjadi salah satu pemenang. Padahal di sini saya baru menjalani setengah dari kontrak pekerjaan saya. Pilihan yang sulit antara meneruskan komitmen yang telah saya sepakati dengan institusi, ataukah memilih untuk meninggalkan komitmen yang telah saya buat dan pergi ke bangku sekolah lagi. Namun saya kembali menjadi orang yang beruntung, karena memiliki Bos yang pengertian akan gairah dan semangat anak muda. Beliau berkata “Go Ery, go! Reach your dreams! Achieve your future!

Bos saya ini jauh-jauh hari ketika saya pertama kali masuk kantor sudah menanyakan soal masa depan saya, tentang apakah saya berkeinginan untuk studi lanjut, dan apakah saya sudah apply beasiswa. Beliau mengatakan bahwa posisi pekerjaan yang saya duduki sekarang mungkin akan sangat membosankan bagi anak muda, oleh karenanya beliau menyadari bahwa orang yang duduk di posisi saya kemungkinan besar akan datang dan pergi, dan beliau juga tidak bisa menahan orang-orang untuk meraih cita-citanya. Beliau berpesan bahwa jika saya telah mendapatkan sekolah dan beasiswa sesuai dengan yang saya dambakan, agar kabar itu seketika pula disampaikan ke beliau.

Benar, kabar bahagia itu akhirnya datang, pada awalnya saya agak ragu-ragu untuk menyampaikan hal ini, karena beban pekerjaan saat itu sedang di puncaknya. Saya khawatir beliau kurang berkenan dengan kabar gembira ini, yang berarti juga kabar kepergian saya dalam beberapa waktu ke depan, berarti pula bahwa saya akan menambah beban pekerjaan beliau karena tidak ada orang yang akan menghandle posisi saya. Tapi saya mencoba-coba mengingat apa yang pernah beliau sampaikan di awal saya masuk kantor, akhirnya ucapan beliau membuat saya memberanikan diri untuk menulis email permohonan untuk bertemu membicarakan hal tersebut, maklum kebiasaan dikantor dengan posisi masing-masing orang yang sibuk sendiri komunikasi biasa dilakukan via email, terkadang untuk hal penting saja via telepon. Dalam sekejap pula email itu beliau balas “Ery, please come anytime“, saya kaget sekaligus memaksa diri untuk datang ke ruangan beliau.

Saya gemetar mengetuk pintu ruangan beliau, “yes, please come in“. Detak jantung makin tak menentu itu hilang begitu melihat wajah beliau tersenyum sambil mengatakan “congratulation ery, well done!“, setelah itu beliau mempersilahkan saya duduk dan mulailah perbincangan kami soal di jurusan apa saya diterima, dan siapa supervisor saya nanti. Setelah itu beliau  menanyakan kapan saya akan pergi dari kantor dan menyarankan saya untuk membuat surat pengunduran diri secepatnya, bahkan kalau bisa hari itu juga. Beliau bahkan bersedia menunggu untuk memberikan masukan atas surat saya dan menandatanganinya.

MEMORANDUM
8 July 2010

To    :    Dean of SERD
Through    :    Coordinator, Energy FoS
From    :    Mr. Muhammad Ery Wijaya (Laboratory Supervisor, Energy FoS)
Subject    :    Resignation from Laboratory Supervisor position

Dear Sir,

I am writing this letter today to officially tender my resignation as Laboratory Supervisor at Energy FoS, SERD effectively from 6 September 2010.

My decision to resign is because I receive Monbukagakusho Scholarship 2010 from Japanese government for pursuing doctoral degree at Graduate School of Energy Science, Kyoto University.  The courses will be started on October 2010.

Working for AIT has been a wonderful experience for me. I appreciate the opportunities that have been provided to me

Thank you very much for your kind attention.

Sincerely yours,

Muhammad Ery Wijaya

Begitulah akhirnya bunyi surat pengunduran diri saya setelah diberi masukan oleh beliau. Setelah selesai saya print, beliau langsung tanda tangan dan menyuruh sekretaris untuk mengirimkan ke dekanat. Ini adalah pengalaman pertama saya bekerja secara profesional, dan juga pengalaman pertama saya menulis surat pengunduran diri. Apapun itu, semoga keputusan saya ini adalah yang terbaik baik masa depan nanti, amien.

17 Balasan ke Maaf Bos, Saya Mengundurkan Diri

  1. budayajepang mengatakan:

    selamat! ayo gabung ke milis alumni-ppij@yahoogroups.com tak kalah gemblung dengan kampung-ugm

  2. Ita Jasmine mengatakan:

    Salut kepada bosnya, yang mendorong staf untuk mengejar cita-cita. Memang komitmen adalah hal yang mesti dipenuhi, namun bila solusinya adalah win-sin solution bagi kedua belah pihak, maka tidak ada salahnya megejar apa yang dicita2kan. Hal ini tidak hanya akan terjadi antara sekolah dan karier, tapi bisa saja kelak antara sekolah dan keluarga, keluarga dan kerja, dan lain2. Saya pernah mendapat tulisan menarik, bahwa keluarg dan sahabat ibarat bola kaca, sedangkan karier/kerja adalah ibarat bola karet.
    OK, Selamat, dan semoga sukses…dan mendapat yang terbaik dalam hidup ini..Wass

  3. Ery Wijaya mengatakan:

    @Kang Hasan: Lho kok gabungnya di milis alumni, aku kan belum jadi alumni Kang, wong baru mau masuk sekolah je😀

    @Bu Ita: Makasih bu, amien..

  4. pelangiituaku mengatakan:

    halooo kawan blogger ^_^
    apa kabar??
    hohoho… pelangi datang mengunjungi blog kamuu ^^

    yuukk, mampir ke blog pelangiii…
    jangan lupa baca artikel yang satu ini ya, dan komentari ^_^

    http://pelangiituaku.wordpress.com/2010/08/24/welcome-to-the-next-city-2010-%E2%80%9Cjelajah-kota-depok-2010%E2%80%9D/

    soalnya pelangi lagi ikutan lomba ^^
    mohon doanya yaaa =)

    salam
    pelangiituaku

  5. sempulur mengatakan:

    Salut dan selamat deh… Seandainya saja kami bisa.
    Salam kenal dari komunitas keluarga miskin.

  6. asmarantaka mengatakan:

    weww….beruntungnya dirimu mas bro..punya bos yg baik dan pekerjaan yg enak..ihikss:mrgreen:

  7. andhy mengatakan:

    like this banget mas…
    selamat jalan dan sukses selalu ya mas🙂

  8. Achmad Basuki mengatakan:

    Saya ikut senang dan terbawa semangat muda mas Ery untuk terus maju………viva dan sukses mas Ery, tapi jangan lupa untuk selalu “berbagi” pengalaman dan ilmu yang sudah diperoleh untuk orang lain dan generasi berikutnya…

  9. koeshariatmo mengatakan:

    selamat berjuang … pilihan tepat untuk menuntut ilmu sampai tua

  10. Himawan mengatakan:

    Halo mas, andai aku punya bos kaya gitu..enaknya ya. Aku cuma kerja di perusahaan di jakarta. Susah mengembangkan diri.

    Salam,
    Himawan

  11. teguhsasmitosdp1 mengatakan:

    Jarang lho punya Bos seperti yang mas sebutkan di atas, tapi saya yakin pasti semua karena profesionalisme kerja mas yang diberikan ke kantornya. Sukses selalu semoga diberikan kemudahan.

  12. nadiafriza mengatakan:

    waa congratz mas monbusho nya🙂 buat s3 ya mas?

    moga2 kalo udah dapat Dr. nanti dapat kerja yg lebih oke n bos yg lebih baik🙂

  13. daeng rompa mengatakan:

    sudah di japan yah? Selamat yah, jgn lupa sama tanah air..

  14. Nur Setianto mengatakan:

    Mantab Er … setengah tahun udah bikin surat pengunduran diri … semoga aku juga berkesempatan bikin surat hehehe

  15. thet. mengatakan:

    mas,minta saranx.bos sya bda jauh dg it.tdk mhargai bwahan,krja kt tak ad artix.pdhl pikiran dan tenaga udh dkerahkan.tp slalu marah2 klw ad slh sdkt.ak g tahan.ak mw resign,tp tak bs ad kontrak 2thn.atw byr 100jt.ksh solusi mas!sya bnar2 mnderita.

  16. erywijaya mengatakan:

    @Thet: waduh repot juga ya dendanya besar banget hehehe…mungkin yg kita butuhkan adalah legowo dengan situasi yg dihadapi saat ini. Banyak2 berdoa aja, semoga bosnya menjadi orang yg penyabar dan baik🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: