Yokoso Kyoto, Japan!

Perjalanan hidup saya selanjutnya berlabuh ke negeri matahari terbit, ya Jepang! Sebagai penerima beasiswa Monbukagakusho saya diwajibkan untuk telah datang di Kyoto University sebelum tanggal 8 Oktober. Inilah perjalanan merantau saya yang terjauh. Memalingkan pandangan hidup saya dari gaya hidup orang negara berkembang menjadi mengikuti gaya hidup orang negara maju. Agen perjalanan yang ditunjuk oleh Monbukagakusho di Jakarta akhirnya mengirimkan E-ticket perjalanan saya, dimulai dari Jakarta-Singapore-Kansai, Osaka. Sedangkan tiket dari Semarang ke Jakarta sayalah yang harus menanggungnya sendiri, karena tidak tercover oleh beasiswa.

Hari Selasa, 5 Oktober 2010, setelah berpamitan pada Bapak dan Nenek, saya berangkat ke Bandara Achmad Yani Semarang dengan diantar oleh Ibu, Mas dan keponakan. Inilah saat yang mengharukan, meski berangkat ke luar negeri bukanlah hal yang pertama kali buat saya, tapi kali ini saya merasakan bahwa perjalanan hidup di Jepang akan jauh lebih berat dari pada saat di Bangkok. Berangkat pukul 17.20 dengan Mandala Air, saya tiba di bandara Soekarno-Hatta tepat pukul 18.00.

Penerbangan Terlama

Berkat beasiswa Monbukagakusho akhirnya saya bisa menikmati penerbangan kelas dunia secara gratis, yakni menggunakan Singapore Airlines anggota dari konsorsium penerbangan berbintang lima, Star Alliance. Meski hanya dapat jatah kelas Ekonomi, namun inilah penerbangan pertama saya menggunakan pesawat berbadan besar, yakni Boeing 777. Penerbangan ke Singapore dijadwalkan pukul 20.15, sehingga saya harus menunggu sekitar 2 jam di bandara.

Namun untungnya ada sobat karib saya yang bekerja di Jakarta sengaja datang ke bandara untuk menemani waktu tunggu saya (Thanks to Thomas Ari Negara), lantas kami bercerita tentang nostalgia masa lalu kami di Gadjah Mada dan sedikit berbicara tentang rencana masa depan sambil minum jus jeruk di salah satu kedai bandara. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, sampai akhirnya saya harus berpamitan dengan Thomas 30 menit lebih awal dari jadwal penerbangan ke Singapore, agar saya memiliki kessempatan untuk menunaikan shalat Isya’ dan boarding.

Sesampai di Singapore waktu menjunjukkan pukul 22.50 waktu setempat (1 jam lebih awal dari WIB). Penerbangan lanjutan saya ke Kansai menurut jadwal adalah pukul 01.15, ada waktu sekitar 2 jam untuk menunggu, namun kali ini saya tidak memiliki kawan ngobrol. Waktu tunggu saya habiskan untuk menggunakan fasilitas komputer bandara yang bisa digunakan untuk berinternet gratis.

Waktu 2 jam tak terasa habis untuk berinternetan, saatnya untuk saya boarding ke dalam pesawat Airbus A330. Pesawat ini juga berbadan besar dan fasilitas yang ada lebih canggih dari pesawat yang saya gunakan dari Jakarta ke Singapore. Ya maklum karena mayoritas pengguna pesawat ini adalah orang Jepang yang berduit tebal, dan harga tiketnya juga tidak murah. Total jenderal harga tiket pesawat yang saya pakai untuk perjalanan dari Jakarta ke Kansai sebesar 1,259 dollar (termasuk pajak). Dari Singapore saya akhirnya sampai di Kansai, Osaka pukul 08.40 pagi.

Singapore Airlines Airbus A330

Menjelang pendaratan, saya melihat Jepang dari atas pesawat kondisinya seperti Indonesia, memiliki banyak pulau. Namun bedanya adalah Jepang memiliki lebih banyak dataran tinggi yang terjal dibanding dengan dataran rendah yang landai. Hal ini mungkin menjadikan harga tanah di Jepang menjadi mahal, karena hanya sedikit dari wilayahnya yang bisa dijadikan pemukiman dan tempat berladang.

Kansai International Airport

Kansai adalah salah satu bandara terunik dan terbaik dunia. Bandara ini berdiri di atas pulau buatan, di daerah Osaka. Bandara ini pada awalnya akan dibangun di daerah Osaka, namun mendapatkan protes dari warga Osaka karena tanah yang akan digunakan sebagai bandara merupakan ladang pertanian, hal ini dikarenakan keterbatasan dataran yang landai. Oleh karenanya kemudian dipindahlah rencana pembuatan bandara tersebut menjadi di tengah laut.

Kansai International Airport, Osaka, Japan

Bandara ini juga memiliki stasiun Kereta Api yang disebut Kansai Aiport Station. Di stasiun ini kita bisa menggunakan kereta untuk menuju ke Osaka dan Kyoto. Saya kemarin menggunakan kereta JR Express HARUKA, dimana pemberhentian terakhir dari kereta ini adalah di Kyoto Station. Biaya tiket yang perlu dibayar sebesar 2900 Yen.

Kyoto University

Waktu tempuh yang digunakan dengan menggunakan kereta HARUKA dari Kansai ke Kyoto hanya sekitar 1 jam 20 menit. Sesampainya di Kyoto Station, saya telah ditunggu oleh dua mahasiswa master dari Kyoto University yang memang diutus oleh Sensei untuk menjemput saya. Dari stasiun kami kemudian naik Taksi menuju ke asrama Shugakuin International House milik Kyoto University, di sinilah sekarang saya tinggal hingga setahun ke depan.

Berbicara tentang taksi di Jepang, Kyoto khususnya, memiliki bentuk yang menurut saya seperti mobil sedan kuno yang elegan, ya taksi di sini sangat berbeda dengan di Bangkok atau di Indonesia yang menggunakan produk mobil yang dijual di pasaran, sepertinya kalau di sini mobil yang dipakai taksi memang memiliki desain dan spesifikasi tersendiri yang tidak dapat ditemukan di pasaran. Soal ongkos naik taksi, jangan juga dibayangkan seperti di Indonesia atau di Thailand yang murah, di sini Taksi sangat mahal. Perjalanan dari Kyoto Station menuju asrama yang menurut saya terhitung dekat menghabiskan biaya 3,000 Yen. Untunglah biaya taksi ini sudah dibayar oleh Sensei hehehe..

Taxi di Kyoto

Setelah meletakkan barang bawaan saya dari Indonesia berupa dua buah tas bagasi dan satu buah tas punggung, saya mengikuti orientasi singkat bagi penghuni baru asrama, sedangkan dua orang penjemput saya tadi telah terlebih dahulu pamit untuk kembali ke kampus. Selesai orientasi saya segera mandi tanpa terlebih dahulu membereskan barang bawaan, karena Sensei telah menunggu kehadiran saya dalam Laboratory Meeting yang beliau pimpin di sore hari.

Shugakuin International House Kyoto University

Berbekal informasi singkat dari officer di asrama, saya memberanikan diri untuk berangkat ke kampus. Saya memilih untuk naik kereta dalam kota, kebetulan stasiun kereta itu ada di belakang asrama. Sesampai pada stasiun terakhir (Demachiyanagi Station), saya kehilangan arah, sambil bertanya kanan kiri ke beberapa orang akhirnya saya sampailah ke jalan yang benar, yakni di Kyoto University (Kyodai)!! Horee!!

Pendapat saya pertama kali begitu sampai di kampus ini adalah bangunan kampus di Kyodai rata-rata berasitektur tua, banyak pohon sehingga rindang, banyak sepeda terparkir (mayoritas mahasiswa menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi), dan kampus ini nyaman untuk belajar dan melakukan riset!

Pintu Gerbang Utama Kyoto University

Kyoto University Clock Tower

Salah satu sudut di Kyoto University, Yoshida Campus (Main Campus)


25 Balasan ke Yokoso Kyoto, Japan!

  1. Ardi Rahman mengatakan:

    nyampek jepang juga kau boi

  2. marsudiyanto mengatakan:

    Weh…
    Bareng wis suwe ning luwar negeri trus lali karo jenenge Bandara Semarang…

    Kawit kapan Bandara Semarang jenenge Adi Sucipto?😀
    Nek rak salah kan Ahmad Sucipto utowo Adi Yani…😆

    Internetan gratis ning Bandara kuwi sing tiap seprapat jam mati yo…😀

  3. Ery Wijaya mengatakan:

    @Ardi: yoi bro..ane dah nyampe di Kyoto
    @Pak Mar: hehe iyo Pak salah, lali hehehe…jenenge Ahmad Yani yo😀 mengko tak gantine. Internet bandara pancen 15 menit mati, tapi kan iso dibaleni hehehe

  4. Zulfauzein Nadra mengatakan:

    Wah sukur alhamdulillah. Selamat belajar di negeri sakura Pak Arie. Sukses selalu….

  5. Thomas mengatakan:

    Thanks bro buat waktunya. Btw kowe kok jarang online di YM. Send me japri ya YM mu sing anyar….

  6. citra mengatakan:

    alhamdulillah..wasyukurillah
    sukses ya mas boy ;p

  7. Vega mengatakan:

    ganbatte… ery san!

  8. hedy risman mengatakan:

    Mas erry makasih banyak file-nya
    Sukses Tuk karir nya di Jepang!!

    Watashi wa Honto Arigatoo Gozaimasu

    Wassalamualaikum wr wb

  9. agusmst mengatakan:

    selamat belajar dan sukses
    kalo sdh pintar jangan lupa balik ke indonesia
    agar negri ini bisa maju spt jepang

  10. advertiyha mengatakan:

    Kereeeeeennn…
    selamat ya mas Er, terima beasiswa ini, saya salute sekali..!!
    *kapan bisa seperti mas yach? ckckck*

    terus rekam cerita hidup di jepangnya disini ya mas, saya tunggu cerita2 serunya.. hehehe..

    salam kenal..
    *tuker link yach..*
    trims

  11. fitrimelinda mengatakan:

    huaa..aku kapan yah bisa belajar ke jepang..

    pengen deh kaya mas er..

  12. koeshariatmo mengatakan:

    selamat berjuang di negeri orang mas..
    semoga ilmu yang didapat disana bisa diimplementasikan di indonesia..dan orang seperti mas tidak lupa memajukan bangsa kita yang ketinggalan dengan bangsa lain..maluuuuu

  13. andihendra mengatakan:

    yang PPI acara SustaiN itu di Kyodai kan?
    jadi deg-degan

  14. Ery Wijaya mengatakan:

    @Andi: yap bener bgt di Kyodai, sampai ketemu di Kyoto

  15. dewi mengatakan:

    suatu saat nanti saya ingin seperti anda🙂
    blajar di Jepang..😀

  16. olga hidayat mengatakan:

    berapa biaya kuliah dijepang

  17. […] September ini menggenapkan kehadiran diri saya di Kyoto menjadi 1 tahun. Tepat di awal Oktober 2010, saya menjejakkan kaki pertama kali di bumi sakura. Perubahan pola hidup yang nyata-nyata terjadi […]

  18. Arif R Hakim mengatakan:

    Salut buat mas ery, tetap aktuf menulis mas. untuk berbagi pengalaman agar bisa mengikuti capaian yang sudah diraih.

  19. erywijaya mengatakan:

    @Mas Arif: Terima kasih mas sudah mampir di blog saya🙂

  20. Sandy P mengatakan:

    gimana cara ny biar bisa dapet beasiswa ke jepang, monbuka gakusho???

  21. Udinz mengatakan:

    mantaps mas…
    aQ ingin ngikutin jejak masnya…
    doain mas…
    semoga terkabul…
    amiin…

  22. indra mengatakan:

    keren mas,, jadi pengen ke kyoto..
    mau tanya..
    kenapa mas milih teknik sipil. kok bukan bidang ilmu lainnya… makasih

  23. erywijaya mengatakan:

    @Sany: Bisa daftar via kedutaan Jepang atau ke kampus yg ingin dituju langsung
    @Udinz: Amien, semoga terkabulkan mas
    @Indra: saya bukan ambil sipil hehe, tapi ilmu energi🙂

  24. karem el sahertian mengatakan:

    huaha aku juga pengen..
    tunggu aku di sana ya hehe

  25. erywijaya mengatakan:

    @Karem: Ok, ditungggu di sini ya🙂 sukses selalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: