Nihongo o Hanasu Koto ga Dekimasu ka?

Hidup di lingkungan dengan bahasa dan tulisan yang tidak kita pahami mungkin bukan hal yang nyaman bagi semua orang. Saya telah menikmati hal itu selama hampir 4 tahun ini. Terhitung 3 tahun saya hidup di Thailand dengan bahasa dan tulisan yang jauh dari mirip dengan bahasa Ibu saya, bahasa Jawa, pun juga dengan bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris. Lalu ditambah setengah tahun ini saya hidup di Jepang yang tulisan dan bahasanya juga jelas-jelas berbeda dengan tiga bahasa yang saya pahami. Jadilah selama hampir 4 tahun ini saya jadi orang yang buta huruf dan “bisu”.

Belajar bahasa itulah kunci keberhasilan hidup di negara orang! begitu saran yang sering saya dengar. Memang tidak salah saran tersebut, namun bagi saya hal itu berat untuk bisa diaplikasikan. Sejujurnya saya orang yang mempunyai masalah dengan kemampuan belajar berbahasa. Nilai pelajaran bahasa Indonesia tidak terlalu bagus, namun juga tidak terlalu jelek. Begitu juga pelajaran bahasa Jawa dan bahasa Inggris. Satu-satunya kemampuan bahasa asing yang saya mampu kuasai dengan lumayan ya hanya bahasa Inggris saja

Hasil dari belajar selama 3 tahun di Thailand sama sekali tidak mempengaruhi kemampuan bahasa Thai saya.

Khun poot Thai da mai? (Bisakah Anda berbahasa Thai?)

Chan mai sar mard pood, pasa Thai (Saya hanya bisa berbahasa Thai sedikit)

Kalimat yang pertama adalah pertanyaan yang sering saya dengar ketika baru berkenalan dengan orang lokal Thai. Sedangkan kalimat kedua adalah ucapan andalan saya ketika menjawab pertanyaan tersebut.

Begitu juga ketika di Jepang, saat pertama kali datang ke Lab dan kebetulan bersamaan dengan Lab meeting, sensei memperkenalkan saya ke anggota Lab yang lain, sambil bertanya;

Nihongo o Hanasu Koto ga Dekimasu ka? (Bisa berbahasa Jepang?)

Aghhh untunglah saya sempat belajar otodidak Nihongo (bahasa Jepang) lewat internet, dengan agak PD saya jawab;

Watashi wa nihongo o hanasu koto ga chotto dekimasu (Bahasa Jepang saya masih jelek/sedikit).

Kendala mempelajari bahasa bagi saya sesusah mempelajari matematika. Padahal baru-baru ini ada penelitian dari seorang Professor Psikologi dari Pennsylvania State University, Prof. Judith F. Kroll tentang kemampuan manusia dalam menguasai bahasa  asing dan kaitannya dengan kecemerlangan otak. Hasilnya terbukti bahwa orang yang bisa menguasai lebih dari 1 bahasa asing mampu  melakukan beberapa tugas berbeda dalam waktu bersamaan. Oh, ternyata saya baru sadar bahwa ternyata saya tidak akan menghasilkan pekerjaan yang cemerlang ketika dilakukan multitasking dengan pekerjaan lainnya. Olalala, informasi yang bagus bagi orang yang tidak pandai dalam berbahasa macam saya ini .

 

23 Balasan ke Nihongo o Hanasu Koto ga Dekimasu ka?

  1. lia mengatakan:

    aku dulu setahun dikasih les bahasa Jawa, hehe…

    lho…bukannya cowok memang nggak bisa bekerja secara multitasking dalam waktu bersamaan?🙂

  2. masyhury mengatakan:

    Konichiwa..
    Watashi wa Masyhury desu,

    Asyik ya bisa mahir banyak bahasa, saya sempet belajar Nihongo otodidak, tapi gak tamat karena gak ada tempat untuk mempraktekan langsung. Dinas keluar negeri seperti mas Ery Wijaya pasti menyenangkan sambil belajar banyak bahasa..😀

  3. koeshariatmo mengatakan:

    walaaah masalah bahasa itu kendala saya dari dulu..
    ingatan saya tidak kuat namun kalau menghapal code-code kenapa bisa ya?? ada teori yang menjelaskan itu mas???

  4. tukangobatbersahaja mengatakan:

    Bahasa Jawa saja saya kacau balau🙂
    Cuma bisa bahasa inggris doang.

    Katanya belajar Mandarin lebih sulit dari bahasa Jepang.

  5. Alam mengatakan:

    ah aneh tu bahasanya:mrgreen:

  6. Sambil belajar sambil praktek langsung dlm kehidupan sehari-hari, itu akan lebih cepat kita menghapal & memahami. soalnya kalo hanya belajar , mungkin akan beda dlm penerapannya.😀

  7. Fikri mengatakan:

    kuwi bukane sakjane phom yo dudu chan?

  8. erywijaya mengatakan:

    podo wae, cuman tinggal tergantung level kesopanan aja..

  9. Fikri mengatakan:

    ha, chan/dichan kan untuk cewek dan phom nggo lanang to? dudu masalah kesopanan? tapi nek dichan memang lebih sopan dari chan.

  10. marsudiyanto mengatakan:

    nek ramudeng yo di deng2ke

  11. marsudiyanto mengatakan:

    tulisanmu iki tak repost yo err…
    tapi nganggo gaya bahasaku

  12. erywijaya mengatakan:

    Monggo Pak Mars,nanti saya tengok repostnya

  13. […] judul postingan Muhammad Ery Wijaya, murid saya yang saat ini kuliah S3 di Jepang. Kalau tiba2 saya menulis tentang dia, bukan karena […]

  14. roby mengatakan:

    moshi – moshi, watashi wa roby desu, yoroshiku onegaishimasu🙂

  15. Prima mengatakan:

    Salam kenal mas… *seperti biasa, nyasar dari blognya pak mars*

    Hmmm… saya belum tau apa saya bisa mengerti banyak bahasa, jadi belum tau kecerdasan lingual saya bagaimana, taunya cuma english, sisanya bahasa-bahasa daerah…😛

  16. Ery Wijaya mengatakan:

    @Robby: Salam kenal ya
    @Prima: Salam kenal juga, ya gak jauh beda dengan saya, bahasa asingnya cuman bahasa Inggris

  17. Kakaakin mengatakan:

    Permisi… aku juga nyasar kesini dari Pak Mars…
    Salam kenal yoa…🙂

  18. Wandi Sukoharjo mengatakan:

    Waw, iki to jenenge mas Eri ko Kendal. Hebat mas. Salam dari Weleri dan Singorojo.🙄 Kira-kira ijik kelingan nggak ya ama Kendal😆

  19. Guru Kendal mengatakan:

    Dapet salam dari mbak eniharyanti.com mas, dia juga asli Kaliwungu.

  20. Ery Wijaya mengatakan:

    @Kakaakin : Wah blognya Pak Mars memang suka bikin orang kesasar kemana2 ya😀 salam kenal juga
    @Pak Wandi: Masih ingat dengan jelaslah hehe 2 bulan yg lalu saya mudik soalnya, salam kenal Pak
    @Guru Kendal: Salam balik buat mbak Eni, mungkin dia kenal saia, tapi kemungkinan besar tidak😀

  21. niQue mengatakan:

    “……bahwa orang yang bisa menguasai lebih dari 1 bahasa asing mampu melakukan beberapa tugas berbeda dalam waktu bersamaan.”

    nah info menarik buat saya, karena belakangan sering membuat saya dan suami jadi adu argumentasi.
    Tadinya saya berpikir bahwa setiap orang pasti bisa multitasking jika dia mau, tapi ternyata walaupun sudah mau belum tentu bisa multitasking ya🙂

    terima kasih sharingnya mas

  22. serenade mengatakan:

    aku belajar bahasa korea. emang sulit…tp aku udah bisa baca tulisannya😉

  23. adhi mengatakan:

    Bener banget nih…. saya juga percaya kemampuan berbahasa sangat erat kaitannya dengan performance otak.

    Pengalaman pribadi saya, untuk melihat orang itu cemerlang atau tidak, bisa dilihat dari 2 hal saja:

    1. Kemampuan dia belajar bahasa asing
    2. kemampuan dia belajar alat musik.

    Entah kenapa orang cerdas yang saya temui selalu trilingual (atau at least bilingual dengan sangat lancar seperti bahasa ibu) dan bisa main salah satu alat musik dengan baik.

    Ini selalu terbukti berkali2…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: