Saatnya Berlibur: Kobe City

Akhir bulan Februari saya mempunyai kesempatan satu hari untuk mengunjungi kota Kobe. Kota yang terkenal dengan pelabuhan sejak jaman sebelum restorasi Meiji, di mana saat itu Jepang melakukan kebijakan isolasi dengan negara-negara asing. Pelabuhan Kobe adalah salah satu yang dibuka untuk berdagang dengan bangsa barat, terutama dengan Belanda  di masa itu. Kobe juga terkenal karena kejadian gempa pada tahun 1995 yang memporak porandakan seluruh kota dan memakan korban lebih dari 6000 jiwa meninggal dunia. Kunjungan ke Kobe yang pertama ini, saya menyempatkan diri mengunjungi Jembatan Akashi Kaikyo dan kawasan Ijinkan.

Akashi Kaikyo Bridge

Akashi Kaikyo ini adalah jembatan gantung yang terpanjang di dunia, dengan panjang keseluruhan 3.911 meter melintasi selat Akashi. Jembatan ini menjadi penghubung antar Kobe dengan pulau Awaji. Memiliki 3 rentang dan 2 tiang pancang, panjang rentangan utama yang ada di tengah-tengah 1991 meter, sedangkan panjang 2 rentangan yang menuju ke darat, masing-masing 960 meter. Pembangunan fisik jembatan ini memakan waktu 10 tahun, dimulai dari tahun 1988 dan mulai dibuka untuk umum pada tahun 1998.

Akashi Kaikyo Bridge dengan efek miniatur

Di atas jembatan ini merupakan jalan Tol Akashi-Kaikyo, jadi untuk melintasinya perlu membayar uang Tol. Jembatan ini dihiasi oleh berbagai lampu, dan ketika malam tiba akan berwarna warni, sehingga sering juga disebut Pearl Bridge. Kawasan sekitar jembatan dirancang sebagai tempat wisata untuk menikmati keindahan desain teknik sipil modern Jepang. Di sisi pulau Awaji, disediakan Bianglala raksasa yang juga digunakan untuk menikmati pemandangan jembatan dari atas.

Akashi Kaikyo Bridge dari sisi kota Kobe

Bianglala untuk menikmati Akashi Kaikyo dari atas

Ijinkan

Selama Kobe menjadi area perdagangan bebas dengan bangsa barat, kemudian banyak dari awak kapal atau pedagang tersebut yang menetap di Kobe, membangun rumah dengan ciri khas gaya Eropa dan hingga akhirnya mereka membuat sebuah komunitas tempat tinggal di area Ijinkan. Area ini sekarang dilestarikan menjadi salah satu ikon kunjungan wisata di Kobe.

Salah satu rumah gaya Eropa di kawasan Ijinkan

Nah di dekat Ijinkan ini ada Masjid Kobe yang juga merupakan masjid pertama di Jepang. Dibangun pada tahun 1935 oleh pedagang Islam asal India. Namun arsitektur bangunan ini sangat bercitarasa Turki. Bangunan masjid Kobe ini sudah terbukti ketangguhannya ketika terjadi pemboman oleh tentara Amerika Serikat di perang dunia kedua, dan juga ketika gempa besar terjadi di Kobe tahun 1995. Saya menyempatkan diri masuk ke Masjid ini untuk shalat berjamaah dengan rombongan mahasiswa Indonesia yang lain.

Masjid Kobe

11 Balasan ke Saatnya Berlibur: Kobe City

  1. rizal mengatakan:

    jembatannya keren ya….

  2. marsudiyanto mengatakan:

    Tak inguk2 Er…

  3. eniharyanti mengatakan:

    wah saya jadi pengen kesana….
    seneng ya bisa belajar disana, sambil jalan-jalan cari pengalaman dan menimba ilmu..
    dari Indonesia sampai ke Jepang biayanya berapa ya…

  4. Ery Wijaya mengatakan:

    @Rizal: memang keren banget Jembatannya
    @Pak Mars: hhehe inguk2 nggowo oleh2 Pak
    @Eni: amien semoga sampai ke sini, biayanya mungkin sekitar 8-9 juta PP

  5. tukangobatbersahaja mengatakan:

    Jadi ingat Jembatan Suramadu😀
    Kapan ya, kita punya jembatan sebagus itu?

  6. erywijaya mengatakan:

    @Bu Tukang Obat: Tunggu Jembatan Jawa-Sumatra jadi😀 lebih kerenn

  7. fast3 mengatakan:

    mas, jepang tsunami. pye kbre?

  8. oki mengatakan:

    er py kbare awakmu??
    kok ra ol ki
    kyoto ra kesapu tsunami kan?

  9. Prima mengatakan:

    Gila keren mesjidnya! tahan bom! Mantap!

    Lho mas, jepang gempa! apa kabar disana…

    cepet sembuh ya.. eh maksudnya semoga selamat!

  10. erywijaya mengatakan:

    @fastri dan Oki: I am fine🙂 gempanya jauh dari tempatku
    @Prima: Iya itulah kebesaran Allah🙂 alhamdulillah saya tidak terkena gempa

  11. wulan mengatakan:

    kalau dari JICA Hyogo mau ke masjid kobe naek apa ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: