Hobby: Asyiknya Mainan Model Kit

Kebiasaan mampir ke toko mainan di Jepang tidak membuat “keimanan” saya goyah dengan mudah untuk membeli berbagai mainan yang menggugah kenangan masa kecil dulu. Bukan rahasia umum lagi kalau Jepang adalah surga imajinasi baik untuk anak-anak maupun untuk dewasa. Berbagai komik, animasi dan permainan yang dihasilkan oleh industri kreatif Jepang beredar dan menjadi bagian dari masyarakat dunia. Masih ingat dengan Tsubasa? Dragon Ball? One Piece, Doraemon atau Sinchan, Kamen rider? atau pula bagi penggemar permainan dari Tamiya, dan Bandai? Hanpir semua orang pasti tidak asing dengan istilah-istilah bahasa Jepang yang saya sebutkan tadi.

Model Railway

Setiap kali mampir ke toko mainan, saya selalu menyempatkan diri menikmati berbagai jenis mainan yang didisplay, mulai dari mainan yang menurut saya selera anak-anak kecil, hingga mainan rumit selera orang tua. Salah satu mainan yang menarik perhatian saya adalah Model Kit, mainan ini terdiri dari yang bermesin dan yang hanya sekedar merakit model saja. Mainan yang bermesin berupa model kereta api (Model Railway), salah satu produsen mainan ini yang terkenal di Jepang adalah Tomix. Kita bisa menemukan berbagai jenis model kereta api di Jepang, dari model sebelum perang dunia hingga model kereta peluru Shinkansen. Tomix mengikuti standart skala N, di mana modelnya berkisar dari 1:148 hingga 1:160 dari model kerta api aslinya.  Detail dari model kereta api ini benar-benar meniru kereta yang sebenarnya, termasuk ornamen di dalam gerbong. Kereta api ini dijalankan dengan motor DC 12 Volt. Menariknya, biasanya penghobi jenis mainan ini tidak hanya mengoleksi kereta dan relnya saja, namun juga menghiasi model mereka dengan berbagai ornamen model yang lain; seperti stasiun kereta, rumah, apartemen, pohon, dan bahkan jalan raya. Harga satu set kecil kereta dan relnya terbilang tidak murah bagi orang Indonesia, di Jepang Tomix versi Shinkansen-set dijual seharga 10,000 Yen atau sekitar 1 juta rupiah.

Salah satu model railways di Jepang

Model 4WD

Tamiya Model 4WD

Jenis permainan Tamiya model 4WD ini pernah sangat populer di tanah air di tahun 90an, ketika itu banyak sekali diselenggarakan perlombaan balap Tamiya. Tidak kalah ramai dengan arena balapan, model Tamiya versi bajakan dari China juga membanjiri pasar di tanah air untuk merebut hati anak-anak yang kemampuan finansialnya tidak cukup kuat. Maklum kala itu harga Tamiya 4WD bajakan bisa lebih murah hingga 5x lipat dari versi aslinya. Penghobi bisa memodifikasi motor yang digunakan, hingga bodi mobil model agar dalam perlombaan tidak hanya diperoleh kecepatan yang memuaskan, namun juga keseimbangan sehingga tidak mudah terlempar dari lintasan balap.

Salah satu balapan Model 4WD Tamiya

Model Skala

Nah mainan yang ini tidak membutuhkan mesin, hanya membutuhkan ketrampilan dalam merakit. Biasanya model yang ditawarkan adalah mobil sport, sepeda motor sport ataupun bangunan-bangunan klasik yang menjadi ikon sebuah kota. Saya yang tadinya hanya penikmat mainan, menjadi tertarik untuk belajar menekuni hobi mainan ini, untuk mengawalinya, saya membeli sebuah model Tamiya yakni motor Yamaha YZR-M1 yang ditunggangi oleh Valentino Rossi pada GP tahun 2005. Model ini merupakan hasil lisensi dari Yamaha, sehingga Tamiya membuat model ini mirip seperti motor aslinya. Skala yang digunakan adalah 1:12, sehingga detail mesinnya pun sangat menantang untuk kita rakit.

Model setengah jadi

Detail mesin terlihat menyerupai motor aslinya

Bentuk jadi model setelah diberi sticker

Sebenarnya menekuni hobi merakit model juga harus dilengkapi dengan peralatan yang memadai, termasuk diantaranya adalah lem khusus, tang, gunting, obeng dan cat plastik. Semuanya alat tersebut telah disediakan oleh Tamiya, dan kita bisa membeilinya secara terpisah. Namun, karena saya pemula dalam hobi ini, motor yang aslinya berwarna kuning terpaksa tidak saya cat.

Model jadi yang telah dicat (rekomendasi Tamiya)

10 Balasan ke Hobby: Asyiknya Mainan Model Kit

  1. marsudiyanto mengatakan:

    Anakku nduwe kabeh kuwi…
    Tapi disimpen & gak oleh kedemek

  2. argya mengatakan:

    mas ery, baru tahu ada yang kit bentuk motor.. kalo dikurs ke rupiah berapaan tuh ya? mau mesen ke temen… penikmat maenan juga diriku

  3. erywijaya mengatakan:

    @Pak Mars: wah anaknya penikmat maenan juga ya
    @Argya: Kalau yg bentuk motor itu gak ada mesinnya, harganya sekitar 200-400 ribu rupiah, tergantung modelnya. Semakin baru semakin mahal.

  4. amu mengatakan:

    Inget tamiya jd inget film kartun jadul..youngkuro..tiap mggu d tvri…

  5. Alris mengatakan:

    Asik semua, sayang duite cekak, hehehe….

  6. eniharyanti mengatakan:

    saya jadi ingat jaman dulu masih kecil, pas kakak saya juga masih kecil, didepan rumah saya sering ngadakan balapan tamiya karena kakak saya memang penggemar tamiya. tapi karena sekarang sudah berkeluarga jadi sudah jarang main tamiya lagi.

  7. dian hadiyansyah mengatakan:

    Model kit hobby memang seru mas, ternyata merakit itu ga gampang juga ya….btw sy masih bingung kepuasannya dimana sih? salam hangat

  8. himan mengatakan:

    aqu mau tanya nih,klo mau dapetin model2 motor gitu dmn?
    aqu pngn blajar merakit jg
    trims

  9. Starletto Diecast mengatakan:

    terima kasih untuk admin atas artikelnya yang bermanfaat. Ya betul, Jepang memang tak habis-habisnya memproduksi replika miniatur atau mainan aslinya dari mulai mobil, motor, sampai kereta.
    Umumnya barang-barang replika tersebut dibuat menggunakan bahan besi atau biasa dikenal sebagai diecast dan rakitan berbahan plastik (Model Kit). Bukan sebuah kebetulan saya menyediakan beberapa diecast dan modelkit yang barangkali dicari rekan-rekan semua, silakan mampir ke lapak saya, http://www.star-letto.com

    Terima kasih🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: