Resolusi 2012: Kembali ke Fitrah

Sebentar lagi tahun akan berganti, ada banyak kisah yang terjadi di tahun 2011 ini; suka ataupun duka. Ada banyak keinginan yang tidak berhasil terpenuhi. Ada juga banyak rencana yang harus dikaji ulang untuk diperbaiki. Tahun depan, 2012, punya banyak arti; umur yang akan semakin bertambah, waktu untuk riset menjadi semakin sempit, saya semakin terlambat untuk menikah dari target awal, dan masih banyak target-target hidup yang harus terus konsisten dijaga kelurusannya.

2011

Berbagai peristiwa di 2011, mengantarkan saya ke perenungan yang mendalam tentang perjalanan hidup ini. Awal 2009, saya telah memutuskan untuk mengejar jenjang pendidikan S3, langsung selepas menyelesaikan S2. Target saya adalah meraih doktor dalam usia muda, agar bisa lebih punya banyak kesempatan mengabdikan diri pada ilmu pengetahuan. Alhamdulillah semua berjalan lancar, dan tahun 2010 saya bisa meletakkan diri sebagai kandidat doktor. Namun, di tahun 2011 ini, saya menanyakan eksistensi saya menjalani program doktor, sementara teman sepantaran saya menikmati hidup layaknya orang normal; bekerja (punya institusi), menikah dan hidup indah. Hal ini juga pernah saya alami di tahun 2008, ketika saya menjalani studi S2. Uang yang saya pegang sangat kecil (hasil beasiswa-red), dan saya tidak bisa hidup selayaknya teman-teman yang sudah meraih pekerjaan sebagai tukang insinyur.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al Baqarah : 216)

2012

Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selama-lamanya dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok pagi (Hadis Riwayat Imam Al Baihaqi)

Tahun depan, insya Allah akan menjadi titik balik semangat perjalanan hidup saya. Saya akan kembali meluruskan niat menjalani program doktor ini dan menjaga konsistensi impian hidup, meniti asa untuk masa depan yang lebih baik, menahan laju egoisme kebahagiaan personal, dan menjadi kebanggaan keluarga. Terakhir, namun ini hal yang paling penting untuk tujuan hidup, mengembalikan diri ke fitrah dan semakin mendekatkan diri ke Sang Kholik.

Selamat menyambut tahun baru 2012!

Komentar ditutup.