[Scholarship] International Doctoral Program in Energy Science

November 25, 2011

Tempat saya belajar, Graduate School of Energy Science, Kyoto University kembali membuka kesempatan kepada para pemuda/i di seluruh dunia yang berminat untuk melanjutkan studi tingkat doktoral dalam bidang ilmu energi dengan pembiayaan dari Monbukagakusho (Japanese Government Scholarship). Beasiswa ini tersedia hanya untuk 5 pemuda/i bertalenta (jumlah ini turun dari tahun lalu sejumlah 8 pemuda/pemudi) yang akan ditanggung biaya pembuatan visa, tiket pesawat keberangkatan dan kepulangan setelah menyelesaikan studi, biaya sekolah dan juga biaya hidup sehari-hari. Kebetulan saya adalah salah satu penerima beasiswa ini, dan bagi yang ingin mengetahui informasi tentang Graduate School atau beasiswa, bisa ditanyakan ke email saya: erywijaya@gmail.com Baca entri selengkapnya »


Kenapa Memilih Kyoto University?

Juli 21, 2011

Beberapa waktu lalu, ketika saya mampir ke Bandung untuk melakukan riset, beberapa asisten saya yang kebetulan juga mahasiswa di salah satu kampus top di sana bertanya, kenapa saya memilih kuliah di Kyoto University? Kenapa tidak ke Tokyo Institute of Technology (Titech)? kan kampus itu lebih terkenal di Indonesia. Memang benar, reputasi Titech di Indonesia, khususnya di kalangan mahasiswa teknik sangat terkenal. Salah satu kampus lagi di Jepang yang terkenal di kalangan para pencinta komik adalah Todai (The University of Tokyo), nama kampus ini dipastikan hampir selalu muncul di komik-komik anak SMA. Todai memang kampus paling top di Jepang, hampir mayoritas siswa SMA mendambakan untuk bisa masuk jadi mahasiswa Todai. Lalu kenapa saya memilih Kyoto University? Baca entri selengkapnya »


Saya Menemukan Agama Di Negeri Ini…

April 4, 2011

Kalimat itu ia ucapkan dengan berkobar-kobar penuh semangat, sambil matanya berkaca-kaca. Saya menatap air mukanya sebentar, lalu merenungkan kalimat demi kalimat yang ia ucapkan. Kalimat itu saya dengar dari Khatib shalat Jum’at di kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka, Jepang, setengah bulan yang lalu. Agama yang sang Khatib maksud tida bukan tentunya adalah agama Islam. Sekilas, kalimatnya mengundang kontroversi, kenapa harus di Jepang? bukankah Jepang negara yang penduduknya tidak beragama dan percaya dengan Tuhan? kenapa tidak di Arab? negara tempat lahirnya Islam? Baca entri selengkapnya »


Nihongo o Hanasu Koto ga Dekimasu ka?

Februari 24, 2011

Hidup di lingkungan dengan bahasa dan tulisan yang tidak kita pahami mungkin bukan hal yang nyaman bagi semua orang. Saya telah menikmati hal itu selama hampir 4 tahun ini. Terhitung 3 tahun saya hidup di Thailand dengan bahasa dan tulisan yang jauh dari mirip dengan bahasa Ibu saya, bahasa Jawa, pun juga dengan bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris. Lalu ditambah setengah tahun ini saya hidup di Jepang yang tulisan dan bahasanya juga jelas-jelas berbeda dengan tiga bahasa yang saya pahami. Jadilah selama hampir 4 tahun ini saya jadi orang yang buta huruf dan “bisu”. Baca entri selengkapnya »


Benar, Salju itu Putih Bu..

Februari 14, 2011

Aku terlahir di sebuah kampung pesisir laut Jawa, dari sebuah keluarga sederhana. Kesederhanaan itu pula yang “memaksa” diriku untuk tidak bermimpi lebih, tapi lebih cenderung mengalirkan hidup dan menerima keadaan apa adanya. Dua tahun yang lalu, aku telah berubah menjadi “anak kota”, tinggal di hiruk pikuk aktivitas masyarakat Ibu kota negara Thailand. Dua tahun yang lalu pula mimpiku telah berubah; aku ingin melihat salju turun dari langit! Baca entri selengkapnya »


“Menikmati” Energi Nuklir di Jepang

Desember 30, 2010

Jepang terkenal sebagai negara yang miskin akan sumber energi. Hampir 100% dari energi yang mereka pakai adalah hasil dari import dari berbagai negara,  boleh dikata bahwa Jepang net energy importer.  Minyak bumi mereka impor dari Timur Tengah, batubara berasal dari Indonesia China dan Australia, gas alam diimpor dari Indonesia dan Timur Tengah, sedangkan Uranium mereka peroleh dari Kanada dan Australia. Di sektor kelistrikan, Jepang memiliki energy mix yang menarik, tidak seperti di negara lain yang cenderung dominan di salah satu sumber energi, namun di Jepang ada tiga sumber energi utama yang diandalkan untuk menyuplai listrik mereka, yakni nuklir, batubara dan gas alam. Proporsi diantara tiga sumber energi utama tersebut hampir berimbang, 31% nuklir, 25% batubara dan 26% gas alam, selebihnya bersumber dari minyak bumi dan pembangkit listrik tenaga air. Baca entri selengkapnya »


Antara Kyoto-Tokyo dan Kartasura-Surakarta

Oktober 19, 2010

Sekilas kalau kita jeli melihat nama kota Kyoto dan Tokyo, itu hanyalah pertukaran huruf saja. Begitupula kota Surakarta dan Kartasura, terdengar mirip-mirip dan berkebalikan. Memang faktanya sejarah keempat kota itu hampir sama, yakni pernah/sedang menjadi Ibu kota negara. Secara sederhana, bisa dikisahkan bahwa Tokyo adalah ibu kota baru setelah pindah dari Kyoto, begitu pula Surakarta adalah ibu kota kerajaan yang baru setelah pindah dari Kartasura. Namun sejatinya kisah pemindahan Ibu kota dua bangsa yang berbeda ini tidaklah sama, tapi sangat menarik untuk kita pahami untuk menambah pengetahuan sejarah kita. Baca entri selengkapnya »


Yokoso Kyoto, Japan!

Oktober 12, 2010

Perjalanan hidup saya selanjutnya berlabuh ke negeri matahari terbit, ya Jepang! Sebagai penerima beasiswa Monbukagakusho saya diwajibkan untuk telah datang di Kyoto University sebelum tanggal 8 Oktober. Inilah perjalanan merantau saya yang terjauh. Memalingkan pandangan hidup saya dari gaya hidup orang negara berkembang menjadi mengikuti gaya hidup orang negara maju. Agen perjalanan yang ditunjuk oleh Monbukagakusho di Jakarta akhirnya mengirimkan E-ticket perjalanan saya, dimulai dari Jakarta-Singapore-Kansai, Osaka. Sedangkan tiket dari Semarang ke Jakarta sayalah yang harus menanggungnya sendiri, karena tidak tercover oleh beasiswa. Baca entri selengkapnya »


Kiat “Menjual Diri” Dalam Mencari Beasiswa

September 1, 2010

Berburu beasiswa bisa disamakan dengan berburu pekerjaan. Teknik yang diperlukan dalam mencari pekerjaan agar “harga jual” kita terlihat lebih tinggi atau sesuai dengan kemampuan kita yang sebenarnya juga bisa diterapkan dalam mencari beasiswa. Layaknya saat kita melamar pekerjaan, kita perlu menunjukkan kemampuan diri kita yang sebenarnya di hadapan para juri, agar anda terpilih menjadi pemenang beasiswa. Dalam artikel ini, saya hanya akan membahas teknik menjual diri pada jenis-jenis beasiswa yang menggunakan metode penilaian based on documents saja. Untuk teknik wawancara dalam beasiswa saya tidak menguasainya, karena saya belum pernah mengikuti beasiswa metode tersebut. Baca entri selengkapnya »


Cara Mengontak Professor di Luar Negeri

Agustus 20, 2010

Memiliki kesempatan untuk dapat melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana (postgraduate) mungkin merupakan dambaan kebanyakan mahasiswa S1. Terlebih bila biaya studi lanjutnya diperoleh dari beasiswa alias gratis. Postgraduate study sangat identik dengan penelitian, hampir separuh lebih dari waktu belajar di jenjang ini digunakan untuk melakukan penelitian thesis. Berbicara tentang penelitian (research), setiap calon mahasiswa pascasarjana  (prospective student) di luar negeri biasanya dipersyaratkan untuk menghubungi calon pembimbing (prospective supervisor) agar tema penelitian yang diajukan oleh calon mahasiswa bisa sinkron dengan keahlian supervisor. Selain itu, memiliki prospective supervisor juga merupakan salah satu syarat untuk memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dan sekaligus beasiswa untuk studinya nanti. Baca entri selengkapnya »