Research and Education on Green Economy

Juli 18, 2013

green-economyGreen Economy, istilah seksi baru untuk bidang ekonomi yang mempertimbangkan aspek hubungan yang harmonis antara kesejahteraan manusia dan keberlanjutan lingkungan. Surya University, sebuah kampus baru yang didirikan oleh Prof. Yohanes Surya dengan jargon “Advancing Science and Technology, Fostering Innovation“, membuka pendidikan program Sarjana dalam bidang Green Economy mulai tahun ajaran 2013. Baca entri selengkapnya »


Resolusi 2012: Kembali ke Fitrah

Desember 30, 2011

Sebentar lagi tahun akan berganti, ada banyak kisah yang terjadi di tahun 2011 ini; suka ataupun duka. Ada banyak keinginan yang tidak berhasil terpenuhi. Ada juga banyak rencana yang harus dikaji ulang untuk diperbaiki. Tahun depan, 2012, punya banyak arti; umur yang akan semakin bertambah, waktu untuk riset menjadi semakin sempit, saya semakin terlambat untuk menikah dari target awal, dan masih banyak target-target hidup yang harus terus konsisten dijaga kelurusannya. Baca entri selengkapnya »


A Tool for Notworking: FACEBOOK!

Desember 19, 2011

Sudah setahun ini saya mengakhiri aktivitas online saya di berbagai Sosial Media, terutama Facebook (FB). Banyak kawan hampir tak percaya saya bisa membebaskan diri dari ketergantungan terhadap FB. Memang, sekarang FB telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan banyak orang, tak dipungkiri kalau sehari tanpa mengecek akun FB rasanya bagaikan terisolir dari dunia. FB juga telah terbukti membantu kita menghubungkan dengan keluarga atau kawan yang berada di tempat yang berbeda, atau bahkan menghubungkan kembali dengan kawan yang telah lama terpisah. Baca entri selengkapnya »


Tamuku Bernama Muhammad

Agustus 3, 2011

Masa kecil kuhabiskan tanpa melalui pendidikan pre-school. Tak pernah mengenal ramainya suasana Taman Kanak-kanak (TK). Tapi tak ada penyesalan selama ini, masa kecil tetap ku habiskan dengan menyenangkan. Karena kawan sepermainanku di kampung juga tak pernah menikmati jenjang sekolah TK. Kami tetap bergembira sebagaimana anak-anak kecil lainnya. Memainkan lempung di sawah, batang pisang, atau ranting bambu dan menikmati kotornya air di selokan irigasi. Permainan itu bergantung pada musim, bulan ini musim layang-layang, mungkin bulan depan musim permainan pistol-pistolan dari ranting bambu atau mobil-mobilan dari sandal jepit bekas. Baca entri selengkapnya »


Mahasiswa Gondrong

Juli 5, 2011

Di era dulu saat saya menjadi mahasiswa S1 teknik, rambut gondrong menjadi salah satu model populer yang digandrungi. Terkesan kurang nyentrik kalau mahasiswa teknik rambutnya rapi. Kenyentrikan itu sebenarnya untuk menutupi kesan bahwa mahasiswa teknik adalah orang yg tekun belajar, rajin membaca buku, dan otaknya berisi rumus-rumus. Padalah dibalik rambut gondrong itu, tersimpan juga makna bahwa mahasiswa teknik ingin dilihat saking rajinnya belajar maka sampai lupa potong rambut, dan yang lebih ngeri lagi, rambut gondrong itu membuktikan bahwa si mahasiswa teknik sedang mencoba menghemat diri tanpa perlu mengeluarkan biaya ke tukang cukur rambut. Alih-alih menghemat, malahan sebenarnya rambut yang gondrong itu justru lebih boros shampo. Baca entri selengkapnya »


Sisi Lain Seorang Mahasiswa Perantau….

Juni 17, 2011

Menjadi mahasiswa, terutama menjadi mahasiswa perantau, memberikan banyak pelajaran. Yang jelas dan utama, tentu memperoleh ilmu pengetahuan. Selanjutnya, juga memperoleh jaringan pertemanan dan persahabatan dengan sesama mahasiswa baik orang lokal maupun perantau. Bagi yang tertarik dengan bahasa dan kultur, tentu juga bisa mempelajari bahasa dan kultur asli tempat tersebut. Selain itu, tentu akan memperoleh pengalaman dan pelajaran skill untuk hidup mandiri. Nah, kalau bagi saya, merantau adalah saat yang tepat untuk mengasah kemampuan dan hobi saya dalam memasak masakan rumahan khas Jawa. Baca entri selengkapnya »


Mudahnya Terinspirasi, Sulitnya Menjalani

Juni 1, 2011

Berbagai kegiatan motivasi oleh para motivator ulung makin marak ditayangkan diberbagai televisi, pun berbagai novel penuh inspirasi hasil refleksi pengalaman dari orang-orang sukses bertebaran di toko buku. Semakin banyak orang bertukar pengalaman dengan orang lain melalui berbagai media, semakin mudah juga kita menemukan motivator-motivator ulung yang tidak hanya memberikan motivasi, tapi juga memberi inspirasi dalam hidup untuk terus berjuang menggapai cita-cita hidup demi sebuah nama, kemuliaan.
Baca entri selengkapnya »


Tak Perlu Terlalu Benci

Mei 18, 2011

Pernahkah Anda membenci sesuatu, lalu selalu berusaha menghindarinya? Tidak hanya Anda, pasti semua orang merasakan yang demikian. Ada banyak alasan untuk membenci sesuatu, mungkin dari hal yang remeh hingga yang complicated. Namun entah kenapa, banyak juga orang yang menyadari bahwa hal-hal yang pada awalnya mereka benci, kemudian malah menjadi bagian dari jalan hidup yang harus dijalani. Termasuk saya.. Baca entri selengkapnya »


Saya Menemukan Agama Di Negeri Ini…

April 4, 2011

Kalimat itu ia ucapkan dengan berkobar-kobar penuh semangat, sambil matanya berkaca-kaca. Saya menatap air mukanya sebentar, lalu merenungkan kalimat demi kalimat yang ia ucapkan. Kalimat itu saya dengar dari Khatib shalat Jum’at di kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka, Jepang, setengah bulan yang lalu. Agama yang sang Khatib maksud tida bukan tentunya adalah agama Islam. Sekilas, kalimatnya mengundang kontroversi, kenapa harus di Jepang? bukankah Jepang negara yang penduduknya tidak beragama dan percaya dengan Tuhan? kenapa tidak di Arab? negara tempat lahirnya Islam? Baca entri selengkapnya »


Mengukur Cita-cita; Faktor Keluarga dan Ambisi

Maret 30, 2011

Bertemu dengan banyak orang dengan berbagai latar belakang keluarga, pendidikan, agama, karier dan ambisi membuat saya punya banyak pengetahuan tentang cara pandang masa depan setiap individu. Diakui atau tidak, faktor-faktor yang saya sebut di atas banyak mempengaruhi tata cara kehidupan seseorang dalam merengkuh kesuksesan.  Ibarat pepatah, buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya. Meski, ada juga beberapa orang yang keluar dari pakem yang lumrah tersebut. Baca entri selengkapnya »