Antara Ketertiban dan Ketidakteraturan

Desember 15, 2011

Bukan lagi rahasia umum, kalau orang Indonesia senang menghabiskan liburan di berbagai kota di negara tetangga yang lebih rapih dan bagus dari Indonesia, taruhlah ke Singapura, Bangkok, Kuala Lumpur, Hongkong, Macau atau bahkan ke Australia. Beberapa orang berduit bahkan lebih suka menghabiskan liburan ke Jepang, Amerika atau ke belahan negara Eropa Barat. Naiknya pertumbuhan industri penerbangan low-cost carrier semakin membuka peluang orang Indonesia di kelas menengah untuk menikmati suasana yang berbeda dari apa yang biasa kita nikmati di dalam negeri. Baca entri selengkapnya »


Festival Lampion di Fushimi Inari Shrine

Juli 29, 2011

Sabtu dan Minggu (23 dan 24 Juli 2011) kemarin adalah peringatan 1300 tahun berdirinya Fushimi Inari Shrine, atau Kuil Inari di Kyoto. Kuil ini sangat terkenal bagi para wisatawan, dikarenakan memiliki keunikan tersendiri, yakni ada ratusan Torii atau tanda pintu gerbang kuil. Torii yang berwarna orange ini terlihat sangat mencolok dan indah. Kuil ini adalah pusat dari semua jenis kuil Inari yang berada di Jepang, yang jumlahnya berkisar 30,000 buah. Kuil Inari adalah kuil yang memuliakan dewa padi atau lebih tepatnya dewa pertanian. Baca entri selengkapnya »


Gion Matsuri di Kyoto

Juli 27, 2011

Pada abad ke-9 Masehi terjadi wabah penyakit menular yang menyebar di segala pejuru Jepang. Kaisar Seiwa kala itu memutuskan untuk mengadakan upacara menenangkan arwah orang yang meninggal karena wabah penyakit menular. Kyoto sebagai Ibu kota Jepang kala itu kemudian menjadi pusat pelaksanaan upacara. Pelaksanaan upacara diselenggarakan di Kuil Yasaka, di wilayah Gion, salah satu kuil terbesar di Kyoto. Salah seorang pendeta bernama Urabe Hiramaro membuat pedang sebagai persembahan kepada dewa Gozuteno, penjaga dari penyakit menular. Jumlah pedang yang dipersembahkan adalah 66 buah, sesuai dengan jumlah pembagian wilayah Jepang kala itu. Baca entri selengkapnya »


Sakura di Kyoto

April 11, 2011

Mendengar nama Sakura, di benak kita akan tertuju ke negara Jepang. Memang Sakura adalah bunga nasional Jepang, yang hanya mekar pada musim semi saja. Mungkin sebagian dari kita baru tahu bahwa sebenarnya sakura adalah bunga dari pohon Ceri. Dalam bahasa Inggris mekarnya bunga Ceri disebut Cherry Blossom, sedangkan di Jepang disebut Sakura. Bunga Sakura hanya bertahan selama 2 minggu saja, dan masa mekarnya bunga ini sungguh dinikmati oleh semua warga Jepang dengan cara berpiknik di bawah rimbunnya bunga Sakura, acara ini disebut Hanami. Baca entri selengkapnya »


Saatnya Berlibur: Kobe City

Maret 10, 2011

Akhir bulan Februari saya mempunyai kesempatan satu hari untuk mengunjungi kota Kobe. Kota yang terkenal dengan pelabuhan sejak jaman sebelum restorasi Meiji, di mana saat itu Jepang melakukan kebijakan isolasi dengan negara-negara asing. Pelabuhan Kobe adalah salah satu yang dibuka untuk berdagang dengan bangsa barat, terutama dengan Belanda  di masa itu. Kobe juga terkenal karena kejadian gempa pada tahun 1995 yang memporak porandakan seluruh kota dan memakan korban lebih dari 6000 jiwa meninggal dunia. Kunjungan ke Kobe yang pertama ini, saya menyempatkan diri mengunjungi Jembatan Akashi Kaikyo dan kawasan Ijinkan. Baca entri selengkapnya »


Saatnya Berlibur: Kinkaku-ji Temple, Kyoto

Desember 15, 2010

Sebetulnya saat ini bukanlah masa berlibur di Jepang, tapi musim gugur (Autumn) membawa banyak turis domestik dan internasional datang ke Jepang. Pemandangan yang indah perbukitan di Kyoto yang disertai perubahan warna daun dari hijau menjadi menguning atau memerah terlihat sangat indah. Apalagi suhu udara sangat sejuk, berkisar antara 13-18 derajat Celcius, suhu udara ini bagi orang Jepang terasa sangat nyaman, karena beberapa bulan sebelumnya mereka merasakan musim panas (Summer) yang seringkali lebih panas dari pada di Indonesia, yakni berkisar 35-40 derajat Celcius. Baca entri selengkapnya »


Saatnya Berlibur: James Bond Island (Phuket Trip, 2nd Day)

Juli 12, 2010

Nama lokal pulau ini adalah Ko Tapu, namun batu karang yang berdiri tegak setinggi kira-kira 30 meter di tengah laut ini kemudian lebih tersohor dengan nama James Bond Island. “Perubahan” nama ini berawal di tahun 1974 , ketika sebuah perusahaan film yang berbasis di London, EON Productions memilih Ko Tapu sebagai salah satu tempat shooting film James Bond yang berjudul “The Man with the Golden Gun“, cerita tentang petualangan agen rahasia MI6 (badan intelejen negara Inggirs) yang bernomor 007. Berakting sebagai Bond pada film tersebut adalah artis Roger Moore. Nah, kemudian jadilah batu karang tersebut sebagai salah satu pusat daya tarik para wisatawan di Phang Nga Bay sampai saat ini. Baca entri selengkapnya »